MADIUN – Pengelola program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Guru BK sebagai Navigator Karier: Membuka Beragam Pilihan Masa Depan” pada Kamis, 26 Februari 2026.
Webinar ini berkolaborasi dengan MGBK Jawa Timur. Sekitar 200 Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK se-Jawa Timur mengikuti webinar ini. Webinar ini menjadi bagian dari komitmen PMB UMMAD dalam membangun kolaborasi strategis dengan sekolah, khususnya dalam mendukung transisi karier siswa dari jenjang pendidikan menengah menuju dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Hadir sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Awit Istighfarin, dosen UMMAD sekaligus praktisi komunikasi. Ia menekankan pentingnya transformasi peran Guru BK dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa berdasarkan data ketenagakerjaan nasional Februari 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 4,76 persen. Selain itu, sejumlah sektor industri seperti media, telekomunikasi, dan jasa keuangan menjadi sektor yang paling aktif mengantisipasi disrupsi digital.
“Karier hari ini tidak lagi bersifat linear. Siswa tidak cukup hanya diarahkan pada pilihan kerja atau kuliah, tetapi perlu dibimbing untuk memahami potensi diri dan membangun adaptabilitas,” jelas Awit.
Webinar ini juga mengulas landasan teori perkembangan karier dari Donald Super mengenai tahapan eksplorasi karier remaja, John Holland dengan tipologi RIASEC dalam pemetaan minat dan bakat, serta Mark Savickas melalui konsep career adaptability yang menekankan pentingnya concern, control, curiosity, dan confidence dalam menghadapi perubahan.
Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif menjadi bagian penting dalam webinar ini. Para Guru BK menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman nyata di lapangan.Guru BK dari SMKN 1 Bendo, Neneng misalnya menyampaikan pertanyaan mengenai seperti apa peran strategis guru BK dalam menghadapi dunia kerja yang transformative. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa peran strategis Guru BK terletak pada kemampuannya membangun mindset adaptif pada siswa.
“Kita tidak lagi menyiapkan siswa untuk satu pekerjaan, tetapi untuk menghadapi perubahan pekerjaan. Artinya, Guru BK perlu menanamkan kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas, literasi digital, serta keberanian mengambil keputusan berbasis pemahaman diri,” jelas Awit.
Sementara itu, guru lainnyam, Nola dari SMKS Gresik mengangkat persoalan tidak semua sekolah memiliki jam khusus BK di kelas sehingga waktu pendampingan sangat terbatas. Menanggapi hal ini, narasumber menyampaikan bahwa strategi dapat dilakukan melalui pendekatan integratif dan kolaboratif.
“Jika waktu tatap muka terbatas, maka layanan karier bisa diintegrasikan melalui program sekolah seperti mentoring alumni, kerja sama dengan wali kelas, seminar tematik, atau penggunaan asesmen singkat berbasis refleksi tertulis. Intinya bukan pada durasi, tetapi pada konsistensi dan sistem,” terang Istighfarin.
Pak Panji, Guru BK dari SMKN 5 Malang, Panji turut menyoroti penerapan metode Career Story Interview yang digagas oleh Mark Savickas. Ia menanyakan bagaimana cara terbaik menerapkannya pada konseli yang tertutup atau introvert dan kesulitan menarasikan pengalaman hidup secara verbal.
Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pendekatan naratif tidak selalu harus dilakukan secara lisan. “Untuk siswa yang introvert, kita bisa menggunakan media alternatif seperti menulis jurnal refleksi, membuat mind map perjalanan hidup, memilih gambar yang merepresentasikan dirinya, atau menjawab pertanyaan panduan secara tertulis sebelum sesi konseling. Yang terpenting adalah menciptakan rasa aman dan tidak memaksa mereka berbicara panjang,” ujarnya.
Sesi tanya jawab tersebut memperlihatkan bahwa persoalan karier siswa tidak bersifat tunggal, melainkan kompleks dan kontekstual, sehingga membutuhkan pendampingan yang sistematis dan kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, PMB UMMAD berharap terbangun sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi karier siswa, pengembangan soft skills, serta perluasan akses informasi pendidikan tinggi.
“Kita ingin memastikan bahwa siswa SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kapasitas dirinya,” tegas narasumber di akhir sesi. Webinar ini menjadi langkah strategis PMB UMMAD dalam memperluas jejaring kemitraan pendidikan sekaligus memperkuat peran Guru BK sebagai navigator masa depan generasi muda di Jawa Timur. (Pujoko)





