Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara menggelar pengajian Ramadan seri ke-4 tahun 1447 H/2026 M pada Selasa (4/3/2026). Acara yang berlangsung secara khidmat ini mengusung tema seputar gerakan wakaf di Muhammadiyah, dengan pembicara utama Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).Pengajian ini menjadi momentum penting bagi warga Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara untuk mendalami konsep wakaf sebagai instrumen filantropi Islam yang berkelanjutan. Prof. Achmad Nurmandi menyampaikan pemaparan mendalam mengenai esensi wakaf yang lebih luas, tidak terbatas pada harta benda semata.Dalam sesi ceramahnya, Prof. Achmad Nurmandi bahwa wakaf, dimana wakaf tidak hanya berupa harta/benda, namun bisa juga berupa jasad yang dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan. “Wakaf tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Pernyataan ini menyoroti pentingnya wakaf ilmu pengetahuan, di mana individu dapat mewakafkan kemampuan, keahlian, atau kontribusi intelektualnya untuk kemajuan umat, selaras dengan semangat Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan dakwah berbasis ilmu.Acara juga diwarnai dengan penyerahan tanah wakaf secara simbolis kepada PWM Sulawesi Tenggara. Hal ini memperkuat komitmen organisasi dalam mengelola aset wakaf secara produktif untuk kepentingan masyarakat.
Sekretaris PWM Sulawesi Tenggara, Dr. Muhammad Alifuddin, M.Ag., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa PWM Sulawesi Tenggara saat ini mengelola aset tanah wakaf kurang lebih 200 hektar, di mana sekitar 80 hektar merupakan kawasan tambang. Luas aset ini menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi program-program keumatan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Pengajian Ramadan PWM Sultra ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulawesi Tenggara, . Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengajian Ramadan yang rutin digelar untuk memperkuat keimanan dan semangat amal usaha di bulan suci.Dengan tema wakaf yang relevan, diharapkan pengajian ini dapat menginspirasi lebih banyak warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan wakaf produktif, demi mewujudkan kemaslahatan umat yang lebih luas. (FJ)





