Nasehat Ibrahim bin Adham Tentang Penyebab Doa Tidak Dikabulkan

Dr. Suwardi, M.Pd.I ( WR 2 UMMAD)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita bisa berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan ini kita akan mengambil pelajaran dari sebuah nasehat yang sangat terkenal dari seorang ulama zuhud yang agung, yaitu Ibrahim bin Adham rahimahullah. Beliau adalah seorang raja di wilayah Balkh yang meninggalkan kemewahan dunia demi mencari keridhaan Allah.

Hidupnya dipenuhi dengan kezuhudan, ibadah, dan nasihat yang sangat menyentuh hati. Suatu hari beliau pernah ditanya oleh seseorang:

“Wahai Ibrahim bin Adham, Allah berfirman: Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Namun kami sudah berdoa tetapi doa kami tidak dikabulkan. Mengapa demikian?” Lalu beliau menjawab dengan sebuah nasehat yang sangat dalam. Beliau berkata: “Hati kalian telah mati karena sepuluh perkara.” Mari kita renungkan satu per satu.

  1. Mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya
    Beliau berkata:
    “Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.”
    Padahal Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya.
    Allah berfirman:
    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
    “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
    (QS. Adz-Dzariyat: 56)
    Hadirin yang dirahmati Allah,
    Banyak manusia yang mengenal Allah, bahkan mengakui bahwa Allah adalah Rabb mereka. Namun pengakuan itu tidak diikuti dengan ketaatan.
    Masih meninggalkan shalat, masih melakukan maksiat, masih lalai dari perintah Allah.
    Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
    حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
    “Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya
    Ibrahim bin Adham berkata:
    “Kalian membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.”
    Hadirin sekalian,
    Banyak orang yang rajin membaca Al-Qur’an, bahkan khatam berkali-kali, tetapi akhlaknya tidak berubah, lisannya masih menyakiti orang lain, dan perilakunya masih jauh dari nilai Al-Qur’an.
    Allah berfirman:
    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
    “Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an?”
    (QS. An-Nisa: 82)
    Rasulullah ﷺ juga bersabda:
    وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
    “Al-Qur’an bisa menjadi pembela bagimu atau justru menjadi hujjah yang memberatkanmu.”
    (HR. Muslim)
  3. Mengaku cinta Rasulullah tetapi meninggalkan sunnahnya
    Beliau berkata:
    “Kalian mengaku mencintai Rasulullah ﷺ tetapi meninggalkan sunnahnya.”
    Allah berfirman:
    قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
    “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
    (QS. Ali Imran: 31)
    Cinta kepada Nabi bukan hanya dengan ucapan atau shalawat saja, tetapi dengan meneladani akhlak beliau, mengikuti sunnah beliau, dan menjadikan beliau sebagai contoh dalam kehidupan.
  4. Mengaku memusuhi setan tetapi justru mengikutinya
    Allah telah mengingatkan kita:
    إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
    “Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.”
    (QS. Fathir: 6)
    Namun sering kali manusia mengetahui bahwa sesuatu itu adalah godaan setan, tetapi tetap melakukannya.
    Inilah tanda bahwa hati belum benar-benar memusuhi setan.
  5. Menginginkan surga tetapi tidak beramal
    Setiap orang ingin masuk surga.
    Tetapi surga tidak didapatkan hanya dengan angan-angan.
    Allah berfirman:
    تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
    “Itulah surga yang diwariskan kepada kalian karena amal yang telah kalian kerjakan.”
    (QS. Az-Zukhruf: 72)
    Surga diraih dengan kesabaran, dengan shalat, dengan sedekah, dengan jihad melawan hawa nafsu.
  6. Takut neraka tetapi terus bermaksiat
    Allah berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
    “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
    (QS. At-Tahrim: 6)
    Jika seseorang benar-benar takut neraka, maka ia akan menjauhi dosa.
    Takut yang benar selalu melahirkan perubahan perilaku.
  7. Meyakini kematian tetapi tidak mempersiapkan diri
    Allah berfirman:
    كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
    “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
    (QS. Ali Imran: 185)
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
    “Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan yaitu kematian.”
    (HR. Tirmidzi)
    Namun manusia sering lupa mempersiapkan bekal untuk akhirat.
  8. Sibuk mencari aib orang lain
    Ibrahim bin Adham berkata:
    “Kalian sibuk dengan aib orang lain tetapi melupakan aib kalian sendiri.”
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
    “Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
    (HR. Tirmidzi)
    Orang yang sibuk memperbaiki dirinya tidak akan sempat mencari-cari kesalahan orang lain.
  9. Menikmati nikmat Allah tetapi tidak bersyukur
    Allah berfirman:
    لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
    “Jika kalian bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
    (QS. Ibrahim: 7)
    Syukur bukan hanya ucapan, tetapi menggunakan nikmat untuk ketaatan kepada Allah.
  10. Menguburkan orang mati tetapi tidak mengambil pelajaran
    Allah berfirman:
    أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kalian sampai kalian masuk ke dalam kubur.”
(QS. At-Takatsur: 1–2)

Berapa banyak orang yang mengantar jenazah ke kuburan, tetapi setelah pulang tetap lalai dari akhirat.
Padahal kuburan adalah pengingat terbesar tentang kehidupan setelah mati.

Nasehat Ibrahim bin Adham ini sebenarnya adalah cermin bagi kita semua.
Jika doa kita terasa berat dikabulkan, mungkin ada yang perlu kita perbaiki dalam hati dan amal kita.

Mari kita perbanyak taubat, memperbaiki ibadah, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan iman dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang doanya dikabulkan.

Doa Penutup
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا وَأَعْمَالَنَا
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Allah, perbaikilah hati dan amal kami.

Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat dan termasuk orang-orang yang saleh.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top