Direktur AIK UMMAD Jadi Narasumber Kajian Tafsir Al Qur’an di RSI Siti Aisyah Kota Madiun

MADIUN – Direktur Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMMAD (Universitas Muhammadiyah Madiun), Suyono, M.Pd menjadi narasumber kajian tafsir Al Qur’an di Masjid Muhsin Ali RSI Siti Aisyah Kota Madiun, Sabtu, 14 Maret 2026.

Kajian tafsir Al Qur’an tersebut merupakan bagian dari kegiatan i’tikaf, sahur bersama, dan sholat Shubuh berjamaah di masjid rumah sakit yang dilakukan manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Suyono menyampaikan tafsir mengenai malam Lailatul Qadar yang ada didalam QS Al-Qadr ayat 1-5.

Makna ayat 1, Inna anzalnahu fi lailatul qadr dihubungkan Suyono dengan darimana dan kemana Al Qur’an diturunkan oleh Allah melalui perantaraan malaikat.

Yakni dari lauhul mahfudz diatas Arsy ke Baitul Izzah.

“Lauhul mahfudz adalah rahasia Allah dimana manusia dan malaikat tidak bisa tahu dengan kondisi lauhul mahfudz dan merupakan tempat terjaga,” kata Suyono.

Suyono menyampaikan proses turunnya Al Qur’an menurut para mufasir ada dua tafsir. Tafsir pertama, Al Quran diturunkan secara keseluruhan yaitu 30 juz.

Tafsir kedua, Al Qur’an diturunkan berangsur-angsur yang dimulai dari Surat Al Alaq ayat 1-5 yang pada malam Lailatul Qadr.

“Malaikat Jibril mendatangi Nabi muhammad ..ya Muhammad iqro’…, Muhammad menjawab..ma Anna bi qorik (saya tidak bisa membaca) akhirnya malaikat Jibril men-talqin pada Nabi Muhammad kemudian Muhammad mengulang talqin malaikat itu,” ujar Suyono.

Tafsir ke 3 dari ayat Inna anzalnaahu fi Lailatulqadr yaitu bahwa turunnya Al Qur’an untuk memuliakan malam Lailatul Qadr.

Selain malaikat men-talqin Nabi Muhammad, menurut Suyono, mekanisme turunnya Al Qur’an juga melalui mimpi Nabi Muhammad SAW.

Namun dalam pandangan para ulama terjadi khilaf. Ada ulama yang menyampaikan Lailatul Qadr sudah turun sejak jaman Nabi Muhammad dan tidak akan turun lagi.

“Lailatul bermakna tunggal (mufrot). Artinya malam Lailatul Qadr turun hanya di 1 malam saja,” kata Suyono.

Tetapi ada pula ulama yang menyebut Lailatul Qadr diturunkan bersamaan dengan kehadiran bulan Ramadhan berulang sampai sekarang.

Mengenai kapan Lailatul Qadr diturunkan, Suyono menyampaikan, para mufasir mengatakan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan khususnya pada malam ganjil.

Dalam satu riwayat diceritakan, ujar Suyono, sebenarnya Nabi Muhammad ingin menyampaikan informasi tentang kapan Lailatul Qadr turun.Tapi pada saat ingin menyampaikan informasi itu, Nabi mengetahui ada sahabat yang bertengkar dengan suara meninggi dan keras.Nabi Muhammad melerai sampai lupa menyampaikan informasi itu.

“Nabi Muhammad tetap mengatakan cari Lailatul Qadr. Kalau nabi menyuruh cari berarti Lailatul Qadr itu ada,” kata Suyono.

Suyono menyampaikan makna Qadr sebagai malam kemuliaan dengan turunnya Al Quran bisa dilihat dari ayat ketiga.

Yaitu Lailatul qadri khayrun min alfi syahr, yang maknanya bahwa satu malam itu nilainya lebih baik dari 1000 bulan atau sama dengan 83 th 4 bulan usia manusia.

Suyono menyampaikan, qadr juga bisa bermakna sempit, hal itu bisa ditafsirkan dari ayat berikutnya (ayat 4).Tanazzalul malaaikatu warruuhufiihaa bi-izni rabbihm kulli amr (in).

Maknanya malaikat turun dari langit memenuh bumi, tidak ada sejengkal tanah pun di bumi kecuali dipenuhi malaikat.

Ibnu Kasir menyebutkan malaikat turun ke bumi seperti kerikil, malaikat turun bawa rahmat.Mufasir mengatakan Al Qadri merupakan malam takdir.

Maksudnya, takdir manusia akan didaur ulang bahkan akan ditentukan pada malam kemuliaan itu untuk waktu 1 tahun yang akan datang.

“Terkait umur, rejeki, kebahagian. Sehingga jadi penentu nasib 11 bulan yang akan datang. Disambung ayat berikutnya, Salamun hiya hattamat la’il fajar.Artinya malam (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,” ujar Suyono.

Suyono juga menyampaikan mengenai Keistimewaan Lailatul Qadr yaitu sebagai malam pengampunan melalui puasa, sholat taraweh dan ibadah lain pada malam Lailatul Qadr.

“Keistimewaan lainnya adalah pelipat gandaan pahala, juga sebagai izzatul quran, turunnya Qur’an, maka disebut Syahrul Qur’an dan malam penuh keselamatan, Salaamun hiya hatamat la’il fajr, malam kesejahteraan sampai terbit fajar,” terang Suyono.(*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top