Kuatkan Karakter Mahasiswa, Lembaga AIK UMMAD Lakukan Diskusi Intensif Persiapan Baitul Arqam 2026

MADIUN – Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) terus memperlihatkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai dan wawasan Islam berkemajuan kepada mahasiswa. 

Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya rapat koordinasi (Rakor) lanjutan dan diskusi intensif yang melibatkan dosen pada Lembaga AIK di Ruang Rapat 1 Kampus UMMAD, Kamis, 2 April 2026.

Diskusi mendalam ini difokuskan pada persiapan strategis kegiatan Baitul Arqom Mahasiswa yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga sebagai momentum penguatan ideologi, spiritualitas, dan karakter mahasiswa Muhammadiyah.

Pertemuan tersebut membahas berbagai poin penting. Pertama, mengenai penguatan kurikulum terkait  penyelarasan kurikulum AIK 1 hingga AIK 4 dengan standar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta format Rencana Pembelajaran Semester (RPS) terbaru UMMAD.

Dibahas pula launching Buku Ajar AIK yang diharapkan dapat mempermudah pemahaman mahasiswa serta menjadi pedoman utama dalam proses pembelajaran yang terarah dan sistematis.

Berikutnya juga didiskusikan finalisasi Konsep Baitul Arqom 2026 yang membahas soal rundown, materi, dan lokasi pelaksanaan Baitul Arqom.

“Termasuk rencana penggunaan fasilitas SMK/SMA Muhammadiyah sebagai salah satu opsi tempat penyelenggaraan,” ujar Dr Muhammad Syarifuddin, anggota Lembaga AIK UMMAD.

Wakil Rektor UMMAD Bidang AIK UMMAD, Dr. Suwardi Rosyid, S.Pd., M.Pd.I. menekankan bahwa diskusi ini penting untuk mematangkan pelaksanaan Baitul Arqom tidak hanya menjadi gugur kewajiban akademis.

Tetapi menjadi sarana efektif dalam menanamkan etos Persyarikatan (mengabdi dan melayani) serta membentuk karakter mahasiswa yang berkemajuan.

“Sinergi antara dosen, lembaga, dan seluruh civitas akademika menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” terang  Suwardi.

Diskusi intensif ini juga selaras dengan langkah UMMAD untuk meningkatkan kualitas SDM dan penguatan lembaga AIK, sejalan dengan visi UMMAD menjadi pusat unggulan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.

Melalui rakor ini diharapkan mampu melahirkan konsep Baitul Arqom 2026 yang lebih inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata dalam membentuk mahasiswa yang berakhlak mulia, berintegritas tinggi, serta siap menjadi kader persyarikatan dan pemimpin masa depan bangsa.(*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top