Membaca Fenomena Login Muhammadiyah di Era Digital

Fenomena “login Muhammadiyah” ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini, khususnya oleh kalangan generasi muda. Istilah yang populer di platform seperti X (Twitter) dan Instagram ini dinilai bukan sekadar tren digital. Fenomena ini mencerminkan perubahan cara beragama di era modern.

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan tim pengembang Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) Dr. Fajar Junaedi turut menanggapi fenomena ini. Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bentuk ekspresi baru yang lahir dari ruang digital.

“Istilah ‘login Muhammadiyah’ digunakan anak muda untuk menunjukkan ketertarikan, bahkan komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah, dengan cara yang lebih ringan dan kekinian,” ujarnya dalam wawancara daring, Senin (6/4).

Menurutnya, fenomena ini menandai pergeseran identitas keagamaan dari yang sebelumnya bersifat turun-temurun (ascribed identity) menjadi pilihan sadar (voluntary identity). Generasi muda kini cenderung “memilih” cara beragama setelah melalui proses pencarian, perbandingan, dan pertimbangan rasional.

“Ini bukan perubahan substansi agama, tetapi perubahan dalam cara ekspresi dan internalisasi. Dari yang sebelumnya cenderung formal dan ritualistik, kini menjadi lebih rasional, inklusif, dan berdampak sosial,” jelasnya.

Dalam perspektif sosial dan politik keagamaan, fenomena ini juga mencerminkan bentuk baru ekspresi identitas Islam di ruang publik digital. Identitas keagamaan tidak lagi ditampilkan melalui simbol fisik dan ritual semata, melainkan melalui konten digital yang ringkas, interaktif, dan mudah viral.

“‘Login Muhammadiyah’ menjadi cara anak muda mengafirmasi identitas Islam moderat di tengah polarisasi yang kerap terjadi di ruang publik digital,” kata Fajar.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top