UMY Dampingi Guru Produksi Film Pembelajaran Berbasis Storytelling

Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi guru yang tergabung dalam Komunitas Video Edukasi untuk meningkatkan kapasitas storytelling dalam pembuatan film pembelajaran berbasis audiovisual. Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas Guru dalam Storytelling pada Pembuatan Film Pembelajaran Berbasis Audiovisual” ini berlangsung dalam rangkaian workshop, pendampingan, hingga evaluasi hasil pada 28 Februari–30 Maret 2026 di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan DIY atau Balai Tekomdik DIY, Jl. Kenari, Semaki, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 19 guru dari Komunitas Video Edukasi.
Ketua program pengabdian, Budi Dwi Arifianto, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik secara cerita dan visual.
“Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengolah ide pembelajaran menjadi cerita audiovisual yang menarik. Guru tidak hanya dikenalkan pada aspek teknis produksi video, tetapi juga dilatih memahami storytelling agar film pembelajaran memiliki pesan yang kuat dan mudah dipahami siswa,” jelas Budi.
Rangkaian kegiatan pengabdian meliputi workshop pemahaman dasar storytelling dan literasi audiovisual, pendampingan penulisan naskah film pembelajaran, serta pendampingan praktik produksi dan pascaproduksi film pembelajaran. Melalui tahapan tersebut, para guru tidak hanya belajar mengenai penggunaan perangkat teknis produksi video, tetapi juga memahami bagaimana membangun alur cerita, karakter, konflik, pesan edukatif, dan pendekatan visual yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Program ini juga menghasilkan film edukasi berjudul “Resep Rahasia Ibu”. Film bertema kearifan lokal tersebut menceritakan Nadya, seorang siswa SMA yang ingin menggunakan resep jamu warisan catatan ibunya sebagai proyek penelitian sains. Ide Nadya sempat mendapat cemoohan dari teman-temannya karena dianggap mitos dan tidak ilmiah. Ia juga menghadapi penolakan dari ayahnya yang menganggap jamu sebagai bagian dari masa lalu ibunya yang tidak perlu diungkit kembali. Dengan bantuan sahabatnya, Reza, Nadya tetap berusaha membuktikan bahwa bahan-bahan jamu tradisional memiliki manfaat dan dapat dipahami secara ilmiah.
Film tersebut dibuat secara kolaboratif oleh para guru peserta sebagai hasil dari proses pelatihan dan pendampingan. Melalui produksi film ini, peserta diajak memahami bahwa video pembelajaran tidak cukup hanya menampilkan informasi, tetapi perlu dikemas dengan cerita yang dekat dengan pengalaman siswa, memiliki konflik yang relevan, dan mampu menyampaikan nilai edukatif secara menarik.
PIC Komunitas Video Edukasi Balai Tekomdik, Wisnu Setiya Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu peserta memahami peran penting cerita dalam produksi video pembelajaran.
“Kegiatan ini membantu peserta komunitas angkatan tahun ini dalam memahami bahwa video pembelajaran tidak hanya soal merekam gambar, tetapi juga bagaimana menyusun cerita agar siswa lebih tertarik mengikuti materi,” ujar Wisnu.
Tim pengabdian terdiri dari Budi Dwi Arifianto, S.Sn., M.Sn., Dhimas Aryo Vipha Ananda, S.Sn., M.Sn., Ikhlashul Adli, dan Aqilla Djafar Sidik dari Program Studi Ilmu Komunikasi UMY. Dalam program ini, seluruh tim terlibat dalam proses kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan produksi, hingga evaluasi luaran.
Ke depan, program ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan guru dalam mengolah konsep cerita pendek melalui lima unsur peristiwa, sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dalam produksi dan pascaproduksi video. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong guru untuk memproduksi konten pembelajaran yang lebih kreatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan media digital.
Melalui dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), UMY terus mendorong dosen untuk menjalankan catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen UMY dalam menghadirkan program yang berdampak, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat pendidikan di era audiovisual digital.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top