MADIUN – Di tengah maraknya event lari yang menggunakan istilah modern ataupun berbahasa asing, DowerRun 5K hadir dengan identitas yang berbeda.
Nama”DowerRun” dipilih bukan sekadar terdengar unik, melainkan terinspirasi dari budaya pencak silat yang telah lama hidup di Kota Pendekar ini.
Melalui unggahan di media sosial resminya, panitia DowerRun menjelaskan bahwaistilah “doweran” sudah cukup familiar di lingkungan sejumlah perguruan silat diMadiun.
Istilah tersebut digunakan untuk menyebut aktivitas pemanasan dan larifisik yang dilakukan sebelum memasuki sesi latihan inti.
Kegiatan doweran menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorangpesilat. Selain berfungsi meningkatkan stamina dan ritme pernapasan, aktivitastersebut juga melatih kedisiplinan, ketahanan fisik, serta mental sebelum menjalani latihan utama.
Budaya latihan semacam itu banyak ditemukan di berbagai perguruan silat yang berkembang di Madiun, seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), maupun Setia Hati Tuhu Tekad (SHTT).
Ketua Panitia DowerRun 5K, Muhammad Syaifudin mengatakan, pemilihan nama DowerRun tidak terlepas dari filosofi yang terkandung dalam tradisi doweran yang telah menjadi bagian dari budaya para pendekar di Madiun.
“DowerRun bukan hanya tentang berlari, tetapi juga tentang langkah awal, disiplin,dan mental untuk terus melaju,” ujar Muhammad Syaifudin.
Menurutnya, nama DowerRun dipilih untuk merepresentasikan langkah awal seorang pendekar dalam membangun ketahanan diri.
Semangat tersebut kemudian dikemas dalam sebuah event lari yang dapat diikuti oleh masyarakat umum tanpa memandang latar belakang.
Melalui konsep tersebut, DowerRun diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga,tetapi juga sarana memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Dengan menggabungkan olahraga dan identitas Kota Pendekar, panitia ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Madiun.
Event DowerRun 5K dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026 di Kota Madiun dengan mengusung tema olahraga yang berpadu dengan nilai-nilai budaya pencak silat.
Penulis: Miftakhudin, mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Jatim.
Caption foto:
Caption foto: Melengkapi project DowerRun 5K mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Jatim membuat film dokumenter tentang budaya pencak silat di Madiun





