FKIP UMS Dorong Kompetensi Calon Guru melalui Lomba Microteaching AILEC 2026

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas calon pendidik melalui penyelenggaraan Lomba Microteaching pada ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026.

Lomba Microteaching menjadi salah satu mata lomba utama dalam AILEC 2026. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi mahasiswa calon pendidik untuk menunjukkan keterampilan mengajar, kreativitas pedagogik, penguasaan materi, strategi komunikasi, serta kemampuan merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Lomba Microteaching AILEC 2026 diikuti oleh 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta berasal dari sejumlah kampus, antara lain Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Tanjungpura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas PGRI Semarang, Universitas Terbuka, dan perguruan tinggi lainnya.

Proses penilaian dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu penjurian tahap pertama pada 16-23 Juni 2026 dan penjurian tahap kedua pada 24-27 Juni 2026. Dewan juri menilai peserta berdasarkan perangkat pembelajaran, performa video pembelajaran, penguasaan materi, strategi penyampaian, dan kesesuaian praktik mengajar dengan prinsip pembelajaran yang efektif.

Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudhita, menyampaikan bahwa Lomba Microteaching tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga menjadi media pembinaan kompetensi calon guru. “Microteaching menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran. Melalui AILEC, kami ingin menghadirkan ruang kompetitif yang sehat, edukatif, dan mendorong mahasiswa untuk semakin percaya diri sebagai calon pendidik profesional,” ujarnya.

Pemenang Lomba Microteaching

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 Lomba Microteaching AILEC 2026 diraih oleh Ulfah Nur Azizzah dari Universitas Negeri Surabaya. Posisi Juara 2 diraih oleh Alda Putri Macelly dari Universitas PGRI Semarang, sedangkan Juara 3 diraih oleh Yulistiya Rizki Sholihah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Selain tiga pemenang utama, panitia juga memberikan penghargaan kepada para peraih Juara Harapan. Juara Harapan 1 diraih oleh Aura Trisstan Safinnajaa dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, Juara Harapan 2 diraih oleh Zavvira Sabrinna Al Qatthi dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan Juara Harapan 3 diraih oleh Ivan dari Universitas Tanjungpura.

Para pemenang dinilai mampu menunjukkan performa pembelajaran yang terstruktur, komunikatif, dan inovatif. Penampilan mereka mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut calon pendidik mampu mengintegrasikan penguasaan materi, pedagogi, kreativitas, dan kemampuan komunikasi.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, mengapresiasi antusiasme peserta dan menegaskan bahwa AILEC menjadi bagian dari upaya FKIP UMS dalam memperluas ekosistem akademik yang kompetitif, inovatif, dan kolaboratif. “Kami berharap AILEC dapat menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Kompetisi seperti ini penting untuk melatih mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran yang nyata,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FKIP UMS berharap AILEC dapat terus berkembang sebagai agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling belajar, berkompetisi, dan membangun jejaring akademik dalam semangat penguatan kualitas pendidikan Indonesia.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top