ASPIKOM Jatim Perkuat Kesiapan Prodi Ilmu Komunikasi Hadapi Akreditasi LAMSPAK 2.0 Lewat Workshop di Unmer Malang

aspikom

MadiunMU – Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Jawa Timur menggelar workshop bertajuk Strategi Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Kesiapan Program Studi Menghadapi Akreditasi LAMSPAK 2.0 di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Rektorat Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kesiapan program studi Ilmu Komunikasi dalam menghadapi implementasi instrumen akreditasi LAMSPAK 2.0 di tengah perubahan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin dinamis akibat transformasi digital.

Workshop dipimpin Ketua Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur, Dr. Santi Isnaini, S.Sos., M.M., serta mendapat dukungan penuh dari Ketua ASPIKOM Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.I.Kom., M.A.

Menurut Awang Dharmawan, kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang telah lama dinantikan oleh program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai daerah, tidak hanya di Jawa tetapi juga luar Pulau Jawa. Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah kebijakan dan strategi menghadapi instrumen akreditasi terbaru.

Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas perguruan tinggi.

“Penjaminan mutu menjadi tonggak bagaimana perguruan tinggi mampu berkontribusi dalam sistem akreditasi nasional. Di era saat ini, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci untuk mewujudkan capaian akreditasi unggul,” ujarnya.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Saudah, S.Sos., M.Si. dengan menghadirkan Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si. sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai Transformasi Penjaminan Mutu di Era Kampus Berdampak Berdasarkan Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Dalam paparannya, Prof. Catur menekankan bahwa perguruan tinggi perlu melakukan transformasi menyeluruh agar mampu menjawab tantangan global, perkembangan teknologi digital, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, sistem penjaminan mutu harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi.

Sesi kedua dipandu oleh Mohamad Insan R., S.I.Kom., M.Med.Kom. dengan narasumber Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si. Pada kesempatan itu, Prof. Anang mengulas strategi praktis yang dapat diterapkan program studi dalam menghadapi proses akreditasi LAMSPAK 2.0.

Ia menekankan bahwa setiap program studi tidak cukup hanya memiliki visi dan misi yang khas, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan keunggulan tersebut kepada masyarakat melalui berbagai media dan kanal publikasi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat reputasi institusi sekaligus meningkatkan daya saing program studi.

Melalui workshop ini, ASPIKOM Jawa Timur berharap seluruh program studi Ilmu Komunikasi semakin siap menghadapi akreditasi LAMSPAK 2.0 dengan dukungan sistem penjaminan mutu yang kuat, dokumen yang valid, serta strategi pengembangan yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top