Meneladani Almarhum Agus Tri Cahyo: Refleksi Kepemimpinan Kharismatik dan Matrikulasi SDM UM JATIM

(16/8). Berpulangnya almarhum Dr. Agus Tri Cahyo, M.A. Ketua PDM Kabupaten Madiun, Anggota BPH UM Madiun (UM JATIM), sekaligus Ketua Senat UIN Ponorogo meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan keteladanan yang teramat mahal. Sosok “pendekar berkemajuan” kawasan Matraman yang kharismatik ini telah membuktikan bagaimana kesantunan, integritas, dan ketegasan prinsip mampu menggerakkan kelembagaan menuju pencapaian mutu yang riil.

Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, berpulangnya almarhum Dr. Agus Tri Cahyo, M.A. menggemakan pesan filosofis bahwa kemajuan UM JATIM (UM Madiun) menuju PTMA yang unggul, mandiri, dan inovatif tidak bisa digantungkan pada satu figur semata. Keberlanjutan institusi membutuhkan ketersediaan suprastruktur SDM kolektif yang proper, akuntabel, dan profesional. Menjelang peresmian perubahan bentuk kelembagaan ini, tidak ada lagi ruang bagi ketimpangan kontribusi akademis atau kecenderungan berwacana tanpa luaran karya ilmiah yang terukur.

Meneladani almarhum berarti membuang budaya kompromistis dan pemalasan sosial. Keberlanjutan organisasi mensyaratkan kontribusi nyata dan ketaatan pada standar mutu nasional dari seluruh elemen civitas akademika. Sikap memelihara pasivitas dan mengabaikan kedisiplinan fungsional pada akhirnya hanya akan merugikan tata kelola institusi, sekaligus mendeduksi kredibilitas profesional individu itu sendiri di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi.

M. Mochtar Mas’od – Pendidik S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial

Penmaru UMMAD
Bagikan

Trending

Scroll to Top