Tempuh 3.800 Kilometer, Mahardika Bakti Nusantara (MBN) UMY Mengabdi untuk Pendidikan di Biak

Perjalanan sejauh sekitar 3.800 kilometer menjadi awal pengabdian 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Mahardika Bakti Nusantara (MBN) di Kampung Saukobye, Biak, Papua.

Perjalanan dimulai pada 21 Juli 2026. Selama enam hari, para mahasiswa menempuh perjalanan laut menuju Biak setelah mempersiapkan program pengabdian selama sekitar enam bulan. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari komitmen mereka untuk hadir dan belajar bersama masyarakat.

“Selama tiga hari di Laut Banda kami menahan pusing dan mabuk laut. Ombak sangat besar dan kondisi kapal sangat bergoyang. Tetapi demi perjalanan dan pengabdian ini, kami menguatkan diri,” ujar Marisa Aulia, Bendahara Umum MBN.

Mahasiswa KKN MBN UMY mulai diterjunkan di Kampung Saukobye pada 28 Juli 2026. Mereka menjalankan rangkaian pengabdian selama lebih dari 30 hari hingga penarikan yang dijadwalkan pada 6 September 2026.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pendidikan anak usia sekolah dasar. Bagi tim MBN, pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan anak sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk mengikuti jenjang pendidikan berikutnya.

Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa memberikan pendampingan materi matematika dan sejarah Indonesia, baik di dalam maupun di luar kelas. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa dapat memahami materi melalui suasana belajar yang lebih dekat dan interaktif.

“Kami masuk ke sekolah pada Kamis, Jumat, dan Sabtu di antara jam belajar, serta mengisi kelas tambahan di luar jam sekolah di posko kami,” ujar Pangeran Maulana, Koordinator Divisi Pendidikan.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka ruang perjumpaan dengan kehidupan masyarakat setempat. Selama berada di Saukobye, mahasiswa belajar berinteraksi dalam lingkungan yang memiliki keberagaman budaya, agama, dan kebiasaan sosial.

Bagi peserta KKN MBN UMY, perjalanan panjang menuju Biak menjadi pengalaman pengabdian sekaligus pembelajaran multikultural. Mereka belajar membangun toleransi, menghargai perbedaan, dan memahami bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui hubungan yang dekat antara mahasiswa, anak-anak, sekolah, dan masyarakat.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Trending

Scroll to Top