MADIUN – Tahun Akademik 2026/2027 ini, Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menerima beberapa mahasiswa baru dari agama non Islam (nonis).
Ada lima (5) mahasiswa baru non Muslim yang kuliah di beberapa program studi (Prodi) yang dikelola UMJT. Mereka berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mereka adalah Irene Nata Wea (Katolik) dan Fransiskus Vian Baok (Katolik) yang mengambil kuliah di Prodi Administrasi Kesehatan (Adminkes).
Berikutnya Benedikta Yuyun Toda (Katolik), Shallom Putri Zefanya (Kristen) dari Prodi Kesejahteraan Sosial dan Miranda Emillia(Kristen) dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pengalaman pertama
Saat ini mereka tengah mengikuti Program UMJT Menyapa dan MASTA 2026. Pengalaman pertama menjadi mahasiswa baru dengan bertemu mahasiswa baru lainnya tentu saja ada rasa canggung.
Hal itu diakui Yuyun, panggilan akrab dari Benedikta Yuyun Toda yang mengatakan sejak awal tidak pernah berkomunikasi dengan banyak orang yang berbeda dalam banyak hal.
“Awalnya menegangkan, sejak kecil sampai SMA belum pernah ketemu orang yang lain budaya, agama jadi canggung,” kata Yuyun, Senin, 21 September 2026.
Namun setelah ikut program Soft skill dua hari dengan berinteraksi dengan peserta lain, Yuyun mengaku hatinya sudah terasa nyaman dengan situasi yang ada.
“Sekarang suasana sudah mulai biasa. Tidak begitu kaku seperti sebelumnya. sudah berinteraksi dengan mahasiswa lainnya,’ ujaar kelahiran Maumere, Flores, NTT Itu.aa
Situasi yang sama juga diakui Fransiskus Vian Baok, yang mengaku merasa canggung saat awal awal beradaptasi dengan budaya akademik baru bagi mereka.
“Awalnya canggung, ragu, malu juga. Tapi sudah ketemu teman mahasiswa lainnya, bertemu dosen juga, jadi sudah mulai terbiasa,” ujar Vian.
Suasana berbeda dialami Irene Nata Wea yang tidak merasa asing dengan suasana hari pertama masuk dan berinteraksi di kampus.
“Biasa saja. Tadi sudah bisa berinteraksi dengan berkenalan, bicara dengan mahasiswa lain,” ujar Irene yang sudah pernah kuliah sebelumnya itu.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMJT, Dr.Fajar Junaedi, M.Si menyampaikan keberadaan mahasiswa dari berbagai latar adalah bukti UMJT adalah pilihan terbaik bagi siapapun.
“UMJT membuka ruang toleransi dan keberagaman dalam pembelajaran yang adaptif. Siapapun berhak dan bisa kuliah di UMJT, kampus menjunjung tinggi toleransi. Jadi segera bergabung dengan UMJT,” terang Fajar Junaedi.(*)





