MADIUN – Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), sebelumnya adalah Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dipa Assofa melaksanakan magang di Bluder Moju Madiun selama satu (1) bulan penuh, tanggal 1-30 Agustus 2026.
Tema proses magang yang dilakukan Dipa Assofa adalah “Strategi Pemasaran dan Inovasi Produk pada Bluder Moju Madiun”.
Dalam laporan kegiatan yang ia susun, Dipo Assofa menjelaskan magang yang ia jalani bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan di Program Studi Biokewirausahaan.
“Tujuan lainnya adalah dapat mengetahui dan memahami proses produksi, pengendalian mutu, strategi pemasaran, inovasi kemasan, serta pengelolaan usaha pada industri bakery,” terang Sofa.
Secara khusus, magang yang dilakukan Dipo Assofa memiliki sejumlah tujuan. Yaitu mengetahui inovasi kemasan, rasa, dan penetapan harga yang diterapkan pada produk Bluder Moju Madiun dalam meningkatkan daya saing produk.
Kemudian mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Bluder Moju Madiun sebagai upaya meningkatkan daya saing produk.
Praktik lapangan
Dipa menyampaikan, selama menjalani magang, ia mengetahui pekerjaan apa saja yang dilakukan di Bluder Moju Madiun, mulai dari proses produksi, pengemasan (packaging), penjualan (sales), pemasaran (marketing), hingga distribusi produk.
“Saya juga memperoleh informasi mengenai sejarah perusahaan, perkembangan produk, kemasan, strategi pemasaran, pelayanan konsumen, dan sistem distribusi dari wawancara dengan pemilik, pimpinan maupun karyawan,” ujar Dipo Assofa, Senin, 21 September 2026.
Dosen Pembimbing Lapangan,
Irfan Miftahul Fauzi,M.P menerangkan proses magang mahasiswa Prodi Biokewirausahaan di industri bakery diharapkan bisa memberi pengalaman dan pandangan kemampuan berorientasi dengan dunia usaha,dunia industri dan dunia kerja (Dudika).
“Mulai dari hulu sampai ke hilir ,mulai bahan baku sampai pemasarannya ke beberapa mitra/agen di luar kota madiun,” ujar Irfan.
Dari pembelajaran tersebut, Irfan menyampaikan mahasiswa magang bisa mengerti dunia industri dengan kompetitif usaha sejenis.
“Serta belajar di dunia kerja terkait waktu masuknya jam pulangnya serta rangkaian strategi dalam usaha bakery,” ujar Irfan. (*)






