MADIUN – Dosen Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Santosa Pradana Putra Setya Negara, S.Si., M.Biotech., terpilih mengikuti Workshop Penulisan Artikel Submit to Journal International Q1 (PASTI-Q1) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Workshop tersebut berlangsung di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Denpasar, Bali, pada 15-18 September 2026. Keikutsertaan Pradana menjadi bagian dari rangkaian program nasional PASTI-Q1 yang ditujukan untuk memperkuat kualitas publikasi ilmiah dan ekosistem riset di perguruan tinggi Indonesia.
Program PASTI-Q1 tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi dari akademisi di berbagai perguruan tinggi. Berdasarkan informasi Kemdiktisaintek, terdapat sekitar 1.740 pengusul dari seluruh Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 581 peserta diusulkan untuk mengikuti pelatihan. Pelaksanaan di Bali menjadi workshop pertama dalam rangkaian PASTI-Q1 2026 dan diikuti oleh 75 peserta dari 63 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi UMJT, terpilihnya Pradana dalam program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan dosen dalam pengembangan kapasitas riset dan publikasi pada tingkat nasional.
“Saya mengikuti Workshop PASTI-Q1 di Denpasar bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga dilaksanakan di beberapa kota lain sebagai bagian dari rangkaian PASTI-Q1 tahun 2026,” ujar Pradana.
Bedah Artikel dan Pendampingan Menuju Jurnal Q1
Pradana menjelaskan, artikel ilmiah yang diajukan dalam seleksi PASTI-Q1 mengangkat topik mengenai pengembangan metode deteksi non-invasif berbasis biomarker dari sampel urin.
Selama workshop, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai penulisan artikel ilmiah, tetapi juga mengikuti sesi bedah artikel melalui diskusi kelompok bersama fasilitator. Peserta mendapatkan masukan terhadap substansi, penyajian, hingga kesiapan manuskrip untuk diajukan ke jurnal internasional bereputasi.
“Pada saat pelatihan, artikel ilmiah saya sudah melalui tahap pre-submission dan telah mendapat respons dari jurnal Q1. Saat ini, naskah tersebut sudah disubmit dan masih menunggu respons serta proses review dari jurnal,” terang Pradana.
Program PASTI-Q1 sendiri merupakan bagian dari upaya Ditjen Risbang untuk memperkuat ekosistem riset nasional. Kemdiktisaintek menekankan bahwa penguatan publikasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah artikel, tetapi juga kualitas dan reputasi hasil riset agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.
Membangun Jejaring dan Kolaborasi
Selain memperoleh pengalaman dalam penyempurnaan artikel ilmiah, Pradana menilai workshop tersebut juga memberikan kesempatan untuk membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
“Salah satu hal yang saya dapatkan dari workshop ini adalah jejaring dengan sesama peserta. Kami berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang dan bidang penelitian yang beragam. Ini membuka peluang untuk saling bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi ke depan,” jelasnya.
Menurut Pradana, sejumlah peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang mengikuti workshop di Denpasar juga memiliki pengalaman dalam penelitian dan pengembangan di institusi masing-masing.Ia berharap jejaring yang terbentuk selama kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama penelitian maupun publikasi di masa mendatang. Hal tersebut sejalan dengan tujuan PASTI-Q1 yang juga mendorong terbentuknya jejaring dan kolaborasi antarpeserta serta antarperguruan tinggi.
Akan Dibagikan kepada Dosen UMJTSetelah mengikuti workshop, Pradana berencana membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya kepada dosen-dosen di lingkungan UMJT.
“Secara internal, saya akan membagikan hasil dan pengalaman dari workshop ini kepada dosen-dosen UMJT, terutama terkait proses penyiapan artikel untuk jurnal internasional bereputasi. Harapannya, pengalaman ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan publikasi ilmiah di UMJT,” ujarnya.
Langkah tersebut juga sejalan dengan harapan Ditjen Risbang agar peserta PASTI-Q1 dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh selama workshop kepada rekan-rekan di perguruan tinggi masing-masing.UMJT Dorong Penguatan Publikasi Dosen.
Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos, M.Si., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen UMJT dalam Workshop PASTI-Q1 Kemdiktisaintek.
“Kami mendorong dosen UMJT untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mempublikasikan karya ilmiah. Salah satunya melalui workshop penulisan artikel ilmiah maupun pengembangan karya ilmiah lainnya. Ke depan, kami juga akan mengembangkan berbagai program, termasuk boot camp penulisan buku dan international conference untuk pertama kalinya di UMJT. Ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dosen sekaligus memperluas jejaring akademik,” terang Fajar Junaedi.
Keikutsertaan dosen UMJT dalam PASTI-Q1 diharapkan menjadi bagian dari penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan universitas. Tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas penelitian, pengembangan jejaring akademik, dan peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
Program PASTI-Q1 2026 sendiri diarahkan Kemdiktisaintek untuk memperkuat ekosistem riset melalui peningkatan kapasitas penulisan artikel ilmiah, kualitas publikasi, serta jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi.(*)





