MADIUN – Lembaga Penjaminan Mutu (LJM) Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menyelenggarakan pelaksanaan agenda tahunan Audit Mutu Internal (AMI).
Pelaksanaan AMI tahun ini menjadi momentum penting bagi Unit Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMJT untuk menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya melalui tindak lanjut atas hampir seluruh temuan dan rekomendasi hasil evaluasi tahun sebelumnya.
Melalui konsistensi dan tata kelola yang semakin adaptif, Unit AIK UMJT kini bersiap melangkah lebih jauh dengan mencanangkan pembenahan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang budaya di Indonesia.
Berdasarkan hasil audit komprehensif tim auditor AMI tahun ini, sejumlah indikator transformasi dan perbaikan fundamental berhasil direalisasikan melalui tindak lanjut hasil evaluasi sebelumnya sekaligus menjadi bagian dari peta jalan (roadmap) pelayanan Unit AIK ke depan.
Beberapa capaian dan rencana pengembangan tersebut meliputi kerapian administrasi serta pembenahan kurikulum dan RPS.
Kemudian aspek tata kelola dokumen, penyusunan panduan kurikulum, pelaporan kegiatan, hingga pemetaan data mutu yang sebelumnya menjadi perhatian telah dibenahi agar lebih rapi, sistematis, dan terstruktur.
Rekonstruksi kurikulum juga dilakukan secara menyeluruh agar lebih adaptif, sehingga pembelajaran AIK di seluruh program studi dapat berjalan secara selaras, terarah, dan terukur.
Penerbitan Buku Ajar AIK Mandiri
Untuk menjawab kebutuhan standardisasi materi pembelajaran, Unit AIK UMJT terus memproses penyusunan dan penerbitan Buku Ajar AIK resmi yang diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan utama dalam pelaksanaan pembelajaran AIK.
Integrasi Catur Dharma melalui Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Unit AIK UMJT terus mendorong integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam roadmap penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi AIK agar tidak hanya hadir dalam ruang pembelajaran, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peningkatan Kompetensi Pengajar AIKSebagai bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berlangsung secara profesional, dosen yang tergabung dalam pengajar AIK telah memiliki sertifikasi kompetensi pengajar. Hal ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menindaklanjuti catatan terkait kompetensi pengajar pada evaluasi tahun sebelumnya.
Evaluasi Mutu Pembelajaran secara BerkalaUnit AIK menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan AIK di universitas. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan standar mutu akademik, efektivitas pembelajaran, serta kenyamanan mahasiswa tetap terjaga pada setiap semester.
Merangkul Keberagaman dan Kemajemukan
Sebagai kampus yang menerima mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, Unit AIK UMJT terus mengembangkan pendekatan dakwah, pelayanan, dan pembelajaran yang inklusif, toleran dan humanis. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman bagi mahasiswa dengan beragam latar belakang daerah, budaya dan karakter.Keberhasilan dalam menyelesaikan hampir seluruh pekerjaan rumah dari evaluasi sebelumnya tidak terlepas dari dukungan dan sinergi seluruh pihak yang terlibat. Capaian tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi Unit AIK UMJT untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan.
Direktur AIK UMJT, Drs. Suyono, M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian dalam AMI tahun ini merupakan modal penting untuk terus membenahi sektor pelayanan ke depan.
“Keberhasilan menyelesaikan hampir seluruh temuan tahun lalu adalah bukti komitmen kami. Ini menjadi modal penting untuk terus melakukan pembenahan mutu pelayanan agar seluruh civitas akademika mendapatkan kemudahan dan pelayanan yang optimal saat berinteraksi dengan Unit AIK,” terang Suyono.
Lebih dari sekadar memenuhi standar mutu, Unit AIK UMJT berkomitmen menjadikan proses perbaikan ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin humanis, terbuka dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.
Dengan semangat raḥmatan lil-‘ālamīn, Unit AIK UMJT juga menegaskan dukungan penuh terhadap keberagaman Indonesia. Perbedaan daerah, budaya, bahasa, dan latar belakang mahasiswa dipandang sebagai kekayaan yang harus dirawat dalam semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. AIK UMJT hadir untuk merangkul keberagaman Indonesia, membangun harmoni, serta memastikan setiap mahasiswa merasa diterima, dihargai, dan mendapatkan ruang yang humanis untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan kampus.(*)





