Akademisi UMJT Kecam Isi Ceramah Habib di Haul As Syafi’iyah Bekasi yang dinilai Merusak Islam. Ini 5 Alasannya

MADIUN – Video ceramah yang meresahkan bagi pendengarnya dari seorang Habib pada sebuah acara haul di Bekasi viral di media sosial.Isi ceramah dari seorang Habib berinisial HAAA tersebut mendapat kecaman dan kritik keras dari banyak pihak.

Isi ceramah Beberapa pernyataan nir empati dari penceramah HAAA memang yang ada didalam video yang beredar itu sangat tidak nyaman didengarkan.

Misalnya saja ia mengatakan: “Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat.”

Ada juga kata-,kata, “Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Aye tukang becanda.”lHAAA bahkan secara vulgar menyebut tarif ceramah pengajian yang ia peroleh yang mencapai Rp 75 juta.

Direktur Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Drs. Suyono, M.Pd mengatakan, isi ceramah dari seorang Habib yang beredar luas tersebut bukan sekedar candaan tapi telah merusak Islam.

Kenapa? Pertama mengkhianati adab berdakwah. Q.S An-Nahl ayat 125 berbunyi, “Ud’u ila sabili rabbika bil hikmah,” Maknanya penceramah harus paham tahu tempat.

“Haul ulama besar KH Abdullah Syafi’ie adalah tempat dzikir dan ilmu namun justru dijadikan tempat lelang jodoh. Ini bukan hikmah, ini penghinaan terhadap mimbar Rasulullah,” terang Suyono, Jum’at, 23 Oktober 2026.

Kedua, menurut Suyono, isi ceramah dari Habib tersebut mengobyektifikasi santriwati sebagai hal yang haram. Padahal santriwati adalah amanah dan bukan barang display.

Menyebut ‘perawan seger’ untuk dipilih seperti di pasar, adalah ihana (penghinaan) dan pelecehan verbal.

“Rasulullah SAW bersabda dalam HR Tirmidzi yang menyebutkan, “Sebaik-baik kalian yang paling baik pada istrinya, dan memuliakan perempuan adalah tanda kemuliaan,” terang Suyono.

Bagi Suyono, isi ceramah Habib AAA tersebut merusak Islam karena telah menghina ibu-ibu majelis yang artinya sama dengan menghina umat.

“Kalimat, ’emak-emak ngotor-ngotorin mata’, adalah takabbur. Padahal Rasulullah SAW paling sayang pada nenek-nenek yang rajin ke majelis. Allah tidak lihat cantik/tua namun Allah melihat hati, Itulah yang dijelaskan dalam HR Muslim,” jelas Suyono.

Ke empat, menjadikan poligami sebagai bahan lawakan. Hal ini tentu saja bertentangan dengan isi QS An-Anisa ayat 3 yang menyebutkan bahwa syarat poligami itu berat.

“Kalau tidak mampu adil, maka poligami yang dilakukan adalah haram. Menjadikan istri keempat sebagai candaan syahwat di depan anak di bawah umur (santri), ini merendahkan syariat itu sendiri dan menghilangkan muru’ah (wibawa) dai,” ujar Sekretaris PDM Kota Madiun tersebut.

Sikap Habib AAA yang mengungkapkan bayaran ceramah secara terbuka didepan jamaah merupakan bentuk dari komersialisasi agama.

Suyono menyampaikan pamer tarif Rp75 juta di mimbar haul adalah cermin mencintai dunia (hubbud dunya).

“Ulama salaf bahkan menangis kalau diberi uang dakwah, bukan malah mematok harga. Imam Syafi’i menyebutkan ilmu yang tidak membuatmu tawadhu, berarti ilmumu palsu,” kata Suyono.

Suyono menyampaikan sikap Umat Muslim terhadap Habib yang isi ceramahnya justru merusak agama Islam itu adalah dengan jangan memberi panggung.

“Jangan memberi panggung di publik dan tinggalkan majelisnya. Orang model seperti ini tidak menyebarkan kebaikan Islam, tapi malah merusak Islam,” ujar Suyono.

Sikap berikutnya adalah melakukan boikot majelis seperti ini bukan tempat ghibah, tapi tempat untuk mengajak kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Menurut Suyono, pesantren harus jadi tempat paling aman bagi santriwati, bukan tempat mereka dilecehkan secara verbal atas nama agama.

“Gelar Habib bukan jaminan adab. Justru yang mengaku cucu Rasulullah, harusnya paling mirip akhlak Rasulullah: pemalu, lembut pada perempuan, dan tidak mata keranjang. Wallahu Alam,” ujar Suyono. (*)

Bagikan

Baca juga

Trending

Scroll to Top