Ayam Kampung Panggang Asli Gandu Magetan : Gurih Manis, Aroma Kayu Bakar Bikin Ketagihan

Di sebuah dusun kecil bernama Gandu di Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, aroma harum ayam kampung yang dipanggang dengan kayu bakar selalu menguar sepanjang hari. Kuliner ini sudah menjadi ikon legendaris selama puluhan tahun, bahkan pejabat dan artis sering mampir saat melintas menuju Telaga Sarangan atau sekadar hunting rasa autentik Jawa Timur. Di antara banyak warung di sepanjang jalan itu, Ayam Panggang Bu Setu sering disebut sebagai yang paling original, dirintis sejak sekitar tahun 1991 oleh almarhumah Bu Setu dan kini dikelola anak-cucunya dengan resep turun-temurun.Rahasia rasanya terletak pada bahan dan cara memasak yang masih sangat tradisional.

Ayam yang digunakan adalah ayam kampung asli, bukan ayam negeri, sehingga dagingnya kenyal, padat, dan punya tekstur yang justru dicari banyak orang—tidak terlalu empuk tapi penuh cita rasa. Proses panggangnya unik: ayam ditusuk bambu panjang, lalu diletakkan di atas kuali besar yang berada di atas bara api tungku kayu bakar, bukan langsung kena nyala api. Hasilnya matang merata, kulit garing renyah di luar, sementara daging di dalam tetap juicy dan aroma asap kayu yang legit meresap sampai ke tulang.

Pilihan bumbu paling favorit ada dua. Bumbu original atau bawang memberikan rasa asin gurih yang dominan dari bawang putih dan rempah sederhana, cocok bagi yang menyukai cita rasa klasik. Sedangkan bumbu rujak pedas lebih laris manis-pedas khas rujak, dengan rempah yang direbus dulu lalu dibalur rata ke ayam—banyak yang bilang ini yang paling bikin nagih. Satu ekor ayam utuh biasanya cukup untuk 3–5 orang, tidak dijual per potong, dan harganya sekarang berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000 tergantung ukuran.

Makanannya semakin lengkap dengan lauk pendamping yang wajib dicoba: nasi hangat disajikan dalam bakul, urap-urap sayur segar, botok kelapa atau botok tahu, pelas daun singkong, lalapan lengkap seperti timun, kemangi, dan kubis, serta sambal terasi atau sambal bawang yang pedasnya bisa disesuaikan. Suasananya sederhana ala kampung, lesehan di atas tikar atau bale, ramai tapi hangat, membuat makan terasa lebih nikmat sambil ngobrol rame-rame.Banyak yang datang sekali lalu langsung ngidam balik lagi, karena kombinasi gurih-manis legit dari bumbu plus aroma kayu bakar itu sulit dilupain. Jika kamu sedang ke Magetan, Sarangan, atau sekitar Ngawi-Madiun, jangan lewatkan mampir ke Gandu. Mulai dari Ayam Panggang Bu Setu dulu di Jl. Karya Usaha RT.07 RW.01, Desa Gandu—buka pagi sampai malam. Selanjutnya bisa dicoba juga ke warung lain di sekitarnya. Siapkan perut kosong dan teman ngobrol banyak, karena satu ekor ayam biasanya habis dalam hitungan menit saja. (FJ)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top