Sebuah berita di koran Sumber Soerabaijasch handelsblad, 20 November 1934 berjudul Rapat Muhammadiyah, menarasikan suasana rapat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan mengutip utusan dari Madiun, Abdul Mukti. Ini adalah terjemahannya :
Pada Sabtu malam, oleh perkumpulan ini telah diadakan sebuah rapat di Gedung Bonds untuk cabang Aisyiyah. Meskipun hujan turun dengan deras, tetap hadir lebih dari 100 orang ketika ketua membuka rapat pada pukul 9 malam. Setelah pembacaan pengajian Al-Qur’an, seorang perempuan dari Padangmenyampaikan penjelasan tentang puasa di bulan Ramadan, demikian pula penjelasan yang disampaikan oleh utusan dari Madiun.
Setelah waktu istirahat, anak-anak dari cabang Aisyiyah menyanyikan beberapa lagu yang berisi doa untuk persatuan umat Islam serta ketaatan terhadap perintah agama. Selanjutnya, dari cabang Pare dijelaskan tujuan dan kewajiban perkumpulan, sementara dari Kediri diterangkan makna Tarikh Oemil Moekminin (Sejarah Umat Mukmin).
Sebagai penutup, Tuan Abdoelmoekti dari Madiun menyampaikan pidato mengenai pendidikan Islam dan makna puasa. Pada pukul 12 malam, rapat ini ditutup.





