D’Jamoe Madiun, Merawat Tradisi melalui Jamu

Di tengah hiruk-pikuk Kota Madiun yang terkenal dengan nasi pecelnya, tumbuh sebuah jenama jamu tradisional yang kini menjadi salah satu kebanggaan lokal: D’Jamoe Madiun.Berdiri sejak tahun 2015, D’Jamoe lahir dari semangat seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha bernama Vivie Al Rizky.
Awalnya hanya diproduksi dalam skala kecil di dapur rumah, kini D’Jamoe telah berkembang pesat dan menjadi minuman andalan di berbagai acara pernikahan, reuni, arisan, hingga rapat kantor. Bahkan beberapa hotel ternama seperti Aston Madiun mempercayai produk ini sebagai welcome drink khas mereka.
Vivie menceritakan perjalanan usahanya dengan penuh semangat.

“Saya ingin melestarikan jamu tradisional Jawa, tapi membuatnya lebih modern dan enak diminum oleh semua kalangan, termasuk anak muda yang biasanya menghindari jamu karena rasanya yang pahit,” ujarnya.Apa yang membuat D’Jamoe berbeda? Semua bahan berasal dari rempah dan tumbuhan alami pilihan seperti beras kencur, kunyit, asam, temulawak, jahe, serta berbagai rempah berkualitas tinggi. Bahkan temulawak yang digunakan adalah yang tidak pahit. Ini menjadi pembeda dengan jenama jamu lainnya.


Tidak ada pengawet kimia, dan seluruh produk sudah bersertifikat halal MUI sehingga aman dikonsumsi setiap hari. Yang paling membanggakan, D’Jamoe berhasil meracik jamu dengan rasa yang segar dan tidak pahit, sehingga mudah diterima oleh lidah masa kini.Varian andalan seperti Beras Kencur sangat digemari karena mampu melegakan tenggorokan dan meningkatkan stamina. Kunir Asem menjadi favorit kaum wanita untuk melancarkan haid, mengatasi kembung, serta menjaga kecantikan alami dari dalam.


Ada pula Temulawak yang baik untuk kesehatan hati, serta Gula Asem yang memberikan sensasi manis asam menyegarkan. Selain botol siap minum, tersedia juga sirup praktis yang bisa dicampur air dingin atau es untuk keluarga besar.Dengan harga yang sangat terjangkau, botol 350 ml mulai dari sekitar Rp11.000 dan ukuran 600 ml sekitar Rp16.000, D’Jamoe menjadi oleh-oleh yang pas di kantong sekaligus penuh manfaat. Anda bisa datang langsung ke toko utama di Jalan Ranumenggalan No.41, Mojorejo, Kartoharjo, Kota Madiun, yang buka Senin hingga Sabtu pukul 08.00 hingga 19.00 WIB

.Bagi yang tidak sempat mampir, pesanan online sangat mudah marketplace, serta layanan GoFood. Mereka juga menyediakan paket hampers cantik yang cocok untuk oleh-oleh atau hadiah spesial. Menurut Vivie, kepuasan pelanggan adalah yang utama. “Banyak yang bilang setelah rutin minum D’Jamoe, badan terasa lebih fresh, pencernaan lancar, dan kulit pun tampak lebih cerah. Itu yang membuat saya semakin semangat mengembangkan produk ini,” katanya.

Lebih dari sekadar minuman kesehatan, D’Jamoe adalah wujud nyata pelestarian budaya jamu yang hampir pudar, sekaligus dukungan nyata bagi UMKM lokal Madiun. Satu teguk D’Jamoe bukan hanya menyegarkan tubuh, tapi juga membawa rasa bangga akan warisan leluhur yang telah diramu dengan cinta dan inovasi.
Jadi, kapan Anda mencoba satu teguk D’Jamoe? Baik saat berkunjung ke Madiun maupun melalui pesanan online, jamu tradisional yang sudah naik kelas ini siap menemani hari-hari Anda dengan rasa enak dan manfaat yang nyata.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top