Dosen Lintas Kampus Bangun Konsorsium Akademik untuk Perkuat Riset dan Publikasi Ilmiah

Madiun — Kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi semakin menunjukkan perannya dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik keilmuan di masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam forum musyawarah daring yang diselenggarakan oleh Tim Integratif Riset dan Transformasi Akademik pada Sabtu (7/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para akademisi dari berbagai institusi untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat arah pengembangan konsorsium akademik yang telah dirintis bersama.

Forum yang berlangsung secara daring tersebut dihadiri oleh enam dari sembilan anggota konsorsium yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan. Jumlah kehadiran tersebut dinilai telah memenuhi kuorum untuk melanjutkan pembahasan dan pengambilan keputusan, sementara anggota lain tetap mengikuti serta menyetujui hasil musyawarah.

Pertemuan ini secara khusus membahas tindak lanjut atas terbitnya buku ajar mata kuliah Kebijakan dan Perencanaan Publik yang telah memperoleh ISBN dan saat ini sedang dalam proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta pengindeksan pada Google Scholar. Buku ajar tersebut merupakan salah satu luaran awal dari kolaborasi akademik yang dibangun oleh konsorsium lintas kampus ini.

Koordinator konsorsium, M. Mochtar Mas’od, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan memperkuat konsolidasi akademik antar anggota sekaligus merumuskan langkah strategis untuk pengembangan kolaborasi ke tahap berikutnya. Menurutnya, konsorsium akademik ini dibangun sebagai ruang sinergi bagi para dosen lintas institusi agar dapat menjaga konsistensi dalam menghasilkan karya ilmiah. “Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada luaran akademik semata, tetapi juga membangun ekosistem keilmuan yang saling menguatkan. Dengan kolaborasi lintas kampus, produktivitas riset dan publikasi dapat berjalan lebih konsisten dan terarah,” ujarnya. Mochtar menambahkan bahwa penguatan konsorsium ini merupakan tahap lanjutan dari berbagai kolaborasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2024, konsorsium ini telah menghasilkan sedikitnya empat artikel jurnal ilmiah, sementara dua artikel lainnya saat ini masih dalam proses dan direncanakan terbit pada Juli 2026 mendatang. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi akademik lintas kampus dapat menghasilkan produktivitas ilmiah yang berkelanjutan, bahkan ketika dijalankan secara mandiri oleh para akademisi.

Dalam diskusi yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut, para peserta juga membahas berbagai strategi untuk memperkuat integrasi antara kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan bahan ajar di lingkungan perguruan tinggi. Forum menekankan bahwa kegiatan akademik tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah saja, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat. Oleh karena itu, konsorsium ini mendorong integrasi antara berbagai unsur kelembagaan yang dimiliki oleh para anggotanya, seperti perguruan tinggi, pesantren, serta rumah jurnal ilmiah.

Melalui integrasi ini, kegiatan akademik diharapkan dapat membentuk ekosistem keilmuan yang lebih komprehensif. Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya membangun kerja sama formal melalui dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA). Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif, termasuk kegiatan penelitian bersama, pengabdian masyarakat, serta pengembangan publikasi ilmiah. Selain itu, peserta juga menyoroti pentingnya penyusunan pedoman teknis atau juknis untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan konsorsium dapat berjalan secara profesional dan terukur.

Forum juga menekankan pentingnya pengelolaan pendanaan kegiatan secara transparan dan akuntabel. Selama ini, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh konsorsium sebagian besar didukung melalui pendanaan mandiri dari para anggota. Namun demikian, konsorsium juga membuka peluang untuk mengajukan berbagai program kegiatan melalui skema hibah penelitian, baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun dari kementerian terkait. Mochtar menyebut bahwa jika program-program konsorsium ini dapat memperoleh dukungan pendanaan dari skema hibah penelitian nasional, maka pengembangan kegiatan akademik dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, para anggota konsorsium sepakat untuk mengadakan pertemuan rutin secara berkala guna memantau perkembangan program kerja dan memperkuat koordinasi antar anggota. Dengan langkah ini, konsorsium diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi akademik yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top