MADIUN – Persimpangan Proliman Joyo di Kota Madiun kini bukan sekadar titik pertemuan lima ruas jalan. Sejak berdirinya Tugu Pendekar yang megah di tengahnya, kawasan ini telah bertransformasi menjadi magnet wisata sosiokultural sekaligus simbol identitas kuat Kota Madiun sebagai “Kota Pendekar”.
Kepopuleran tugu ini semakin meroket setelah musisi fenomenal asal Ngawi, Denny Caknan, memilih lokasi ini sebagai latar utama video klip lagu hitnya yang bertajuk “Proliman Joyo”.
Simbol Persatuan dalam Keberagaman
Tugu yang menampilkan sosok pendekar dengan kostum khas pencak silat ini merepresentasikan kekayaan warisan budaya bela diri di Madiun. Sebagaimana diketahui, Madiun merupakan rumah bagi berbagai perguruan silat besar yang telah mendunia.
Walikota Madiun dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa penataan kawasan Proliman Joyo bertujuan untuk mempercantik estetika kota sekaligus memperkuat branding daerah. “Kita ingin menunjukkan bahwa silat adalah pemersatu. Tugu ini adalah penghormatan bagi seluruh insan pesilat,” ujarnya.
Daya Tarik “Denny Caknan Effect”
Sejak lagu Proliman Joyo dirilis, antusiasme masyarakat, terutama anak muda, untuk berkunjung ke lokasi ini meningkat drastis. Banyak wisatawan lokal maupun luar daerah yang sengaja datang hanya untuk berswafoto (selfie) di titik yang sama dengan adegan dalam video klip tersebut.
- Wisata Malam: Cahaya lampu sorot yang menyinari tugu saat malam hari menciptakan suasana estetis yang sering disebut mirip dengan suasana di luar negeri.
- Ekonomi Lokal: Ramainya pengunjung di sekitar Proliman Joyo memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Akses dan Lokasi
Bagi pengunjung yang ingin menikmati kegagahan Tugu Pendekar ini, lokasinya sangat mudah dijangkau. Terletak di persimpangan strategis yang menghubungkan akses utama di wilayah Kota Madiun bagian selatan, Proliman Joyo kini menjadi pemberhentian wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan atmosfer asli Kota Pendekar.
Dengan perpaduan antara kearifan lokal pencak silat dan sentuhan budaya populer melalui musik, Proliman Joyo kini sah menjadi salah satu landmark paling ikonik di Jawa Timur. (aburozan)





