Kajian Riyadhus Shalihin dan HPT Hari Pertama Hadirkan Tema Golongan Manusia yang Didoakan Malaikat

MADIUN – Golongan Manusia yang Didoakan oleh Malaikat menjadi tema yang dihadirkan dalam Kajian Rutin Riyadhus Shalihin dan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) PP Muhammadiyah yang dilaksanakan Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Masjid Al Washatiyah kampus 1 UMMAD, Selasa, 24 Februari 2026.

Tema Golongan Manusia yang didoakan oleh Malaikat tersebut disampaikan pemateri Dr. Suwardi, M.Pd.I yang juga Wakil Rektor II UMMAD dihadapan puluhan peserta kajian.

Diterangkan Suwardi, memperoleh doa dari malaikat merupakan kemuliaan besar karena doa dari malaikat bersifat sangat mustajab (dikabulkan) mengingat mereka adalah makhluk Allah SWT yang taat.

“Golongan manusia yang pertama mendapat doa dari malaikat adalah orang yang bersuci sebelum tidur,” ujar anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun tersebut.

Suwardi menyampaikan, Islam sangat memperhatikan kebersihan, bahkan saat kita hendak beristirahat. Orang yang menyempatkan diri berwudhu sebelum tidur akan dijaga oleh malaikat di dalam pakaiannya.

​“Malaikat akan menemani orang tersebut sepanjang malam dan memohonkan ampunan setiap kali ia terjaga atau bergerak dalam tidurnya,” terang Suwardi.

Dalil dari ajaran tersebut adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban yang berbunyi, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak bangun hingga malaikat berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.”

Kepada hadirin kajian, Suwardi kemudian menyambungkan hadist riwaiat Ibnu Hibban tersebut dengan menerangkan mengenai adab-adab tidur dalam Islam.

“Tidur bukan sekadar rutinitas biologis, melainkan sarana ibadah jika dilakukan sesuai sunnah,” ujar Suwardi.

Adab-adab tidur yang disampaikan Suwardi adalah berwudhu sebelum naik ke tempat tidur, membersihkan tempat tidur dengan membaca Bismillah.

“​Membaca Doa dan Dzikir: Membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, dan doa tidur,” terang Suwardi.

 Adab tidur lainnya adalah posisi tidur jika harus miring maka dianjurkan untuk miring ke kanan dengan meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan (posisi jantung diatas lebih sehat secara medis.

Adab-adab tidur tersebut merupakan sabda Rasulullah SAW kepada Al-Bara bib Azib yang diriwayatkan oleh Bukhari&Muslim.

“Bunyinya,’Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi sebelah kananmu…’.

Dengan memahami adab-adab tidur tersebut, Suwardi mengajak seluruh hadirin untuk tidak meremehkan amalan dengan kebaikan kecil.

Karena kita tidak pernah tahu amalan mana yang akan membawa kita ke surga.

Hal ini seperti pelajaran yang bisa didapat dari sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim yang menyebutkan ,​ ‘Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya dengan menyambut saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.’” (*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top