
Oleh Dr. Suwardi, M.Pd.I (Wakil rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, hari ini kita memasuki gerbang Ramadhan. Bulan di mana setiap helaan napas bisa bernilai tasbih dan setiap amal dilipatgandakan. Namun, seringkali kita terjebak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kita merasa “kurang beriman” hanya karena tidak bisa bersedekah sebanyak orang kaya, atau tidak bisa shalat sepanjang malam karena kelelahan bekerja.
Ketahuilah jemaah sekalian, Allah Ta’ala menciptakan kita seperti pelangi: Berbeda warna, namun indah dalam satu kesatuan. Ada yang Allah beri kelebihan harta, ada yang fisiknya kuat, ada yang otaknya cerdas, dan ada yang tangannya terampil. Semua perbedaan ini bukan tanpa alasan.
Rasulullah SAW memberikan kunci ketenangan hati melalui sabdanya:
اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
“Beramallah kalian, sebab setiap orang akan dimudahkan untuk apa yang sudah diciptakan untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jalan ke Surga Tidak Hanya Satu Islam adalah agama yang sangat luas. Allah tidak memaksakan satu jenis ibadah saja sebagai syarat ke surga. Sebagaimana seorang haus yang mencari air, setiap hamba memiliki “sumber” kenyamanan ibadahnya masing-masing. Allah SWT berfirman:
قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ
“Sungguh setiap kelompok (manusia) telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).” (QS. Al-Baqarah: 60).
Ada orang yang begitu ringan hatinya untuk berbagi harta. Ada yang sangat disiplin dalam puasa sunnah. Ada pula yang sangat betah berlama-lama bersujud. Inilah yang dimaksud dengan beramal sesuai “keadaan” atau potensi masing-masing:
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا
“Katakanlah: ‘Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.’ Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (QS. Al-Isra’: 84).
Belajar dari Para Bintang (Sahabat Nabi) Jika kita melihat para sahabat, mereka tidak seragam. Utsman bin Affan berdakwah dengan kekayaannya. Bilal bin Rabah memuliakan Islam dengan suaranya yang merdu saat azan. Abu Hurairah menghabiskan waktu menjaga hafalan hadis, sementara Khalid bin Walid menjadi “Pedang Allah” di medan perjuangan. Mereka semua berbeda peran, tapi semuanya dipanggil ke surga.
Rasulullah SAW menjelaskan indahnya keberagaman ini dalam hadis populer:
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلَاةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Barang siapa ahli shalat, ia dipanggil dari pintu shalat. Ahli jihad dipanggil dari pintu jihad. Ahli puasa dipanggil dari pintu Ar-Rayyan, dan ahli sedekah dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jangan Remehkan Kebaikan Kecil Bagaimana jika kita merasa tidak punya harta, tidak kuat fisik, dan tidak pula berilmu tinggi? Cukuplah senyuman tulus dan akhlak baik menjadi “pintu” kita. Nabi SAW berpesan:
وَلَا تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum…” (HR. Abu Dawud).
Sebuah kata mutiara mengatakan:
“Bunga mawar tidak perlu menjadi melati untuk disebut indah. Cukup jadilah mawar yang mekar dengan sempurna di kebun Allah.”
Penutup Allah Maha Adil. Dia tidak menuntut apa yang tidak Dia berikan kepada kita. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).
Maka di Ramadhan ini, mari kita berhenti membandingkan amal kita dengan orang lain. Mari kita kenali potensi diri, lalu maksimalkan! Berlombalah menjadi versi terbaik dari diri sendiri karena setiap kita memiliki derajatnya masing-masing:
وَلِكُلٍّ دَرَجَٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat dengan apa yang telah mereka kerjakan…” (QS. Al-An’am: 132).
فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Ma’idah: 48).
Semoga Allah menguatkan langkah kita untuk masuk melalui pintu surga yang paling kita cintai. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





