Kultum Ramadhan hari ke-15:Meneladani Karakter Ibadurrahman: Hamba Pilihan Kekasih Ar-Rahman

Oleh Dr.Suwardi, M.Pd.I ( Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)

Muqoddimah

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah memberikan petunjuk jalan menuju kemuliaan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ, teladan utama dalam akhlak dan ketaatan. Menjadi hamba Allah adalah status tertinggi bagi seorang manusia, namun di antara sekian banyak hamba, ada golongan istimewa yang Allah sebut sebagai Ibadurrahman. Mari kita jelajahi karakteristik mereka berdasarkan urutan ayat dalam Surah Al-Furqan untuk melihat sejauh mana kita telah meneladani sifat-sifat mulia tersebut.

Ibadurrahman adalah kelompok hamba yang mendapatkan kemuliaan khusus karena mampu menyeimbangkan hubungan baik dengan pencipta-Nya dan sesama manusia. Karakteristik utama mereka dimulai dari kerendahan hati (tawadhu) dalam menjalani kehidupan. Mereka berjalan di muka bumi dengan tenang, tidak sombong, dan memiliki kontrol emosi yang luar biasa. Hal ini dibuktikan saat mereka berhadapan dengan orang-orang yang jahil atau memancing amarah, mereka tidak membalas dengan keburukan, melainkan dengan kata-kata yang mengandung keselamatan dan kedamaian. 🕊️

Teks Arab (QS. Al-Furqan: 63):

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, ‘Salam’.”

Selain akhlak mulia di siang hari, Ibadurrahman memiliki rahasia keimanan di malam hari. Mereka menghidupkan malam dengan bersujud dan berdiri (shalat malam) demi mendekatkan diri kepada Allah. Meski amalan mereka sangat banyak, mereka tetap merasa takut akan keadilan Allah, sehingga mereka senantiasa berdoa agar dijauhkan dari azab neraka Jahannam yang sangat pedih dan abadi.

Teks Arab (QS. Al-Furqan: 64-65):

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kehancuran yang kekal’.”

Dalam aspek kehidupan sosial dan ekonomi, Ibadurrahman adalah pribadi yang sangat proporsional. Mereka tidak berlebihan dalam membelanjakan harta (boros), namun tidak pula menjadi kikir. Mereka berada di tengah-tengah secara adil. Selain itu, mereka sangat menjaga kehormatan diri dengan tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan, dan menjauhi perbuatan zina. Fokus hidup mereka adalah menjaga kesucian hati dan integritas amal.

Teks Arab (QS. Al-Furqan: 67-68):

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا. وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ…

“Dan orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya ada jalan tengah yang lurus. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina…”

Sebagai kesimpulan, karakter Ibadurrahman mengajarkan kita tentang keseimbangan hidup yang paripurna: ia lembut namun tegas dalam prinsip, rajin beribadah namun tetap merasa rendah hati di hadapan Allah, serta bijaksana dalam mengelola urusan dunia tanpa melupakan kehormatan diri. Semoga Allah membimbing kita semua untuk bisa meraih derajat mulia ini dan mengumpulkan kita bersama para kekasih-Nya.

Sebagai penutup yang indah, mari kita renungkan kata mutiara berikut: “Jadilah hamba Allah yang paling keras terhadap dirimu sendiri dalam ketaatan, namun paling lembut terhadap manusia lain dalam pergaulan.

Nashrun Minallah wafathun qarib wabasysyiril mu’minin

Wassallamu’alaikum wr wb.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top