Kultum Ramadhan hari ke-19:Tuhannya Umar Tidak Pernah Tidur

Oleh Dr.Suwardi, M.Pd.I ( Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT, Zat yang Maha Melihat segala yang nyata maupun yang tersembunyi di lubuk hati yang paling dalam. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah kebenaran, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang istikamah hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah, bulan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah pendidikan karakter yang agung. Di bulan mulia ini, kita dilatih untuk menghidupkan sifat Muraqabah, yaitu kesadaran penuh bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik kita. Salah satu kisah emas yang menggambarkan puncak kesadaran ini adalah kisah Khalifah Umar bin Khattab RA dengan seorang gadis penjual susu. Suatu malam, di tengah keheningan kota Madinah, Amirul Mukminin melakukan blusukan untuk memastikan kesejahteraan rakyatnya. Ketika rasa lelah menghampiri, beliau bersandar di sebuah dinding rumah kecil. Namun, suasana sunyi itu pecah oleh perdebatan batin yang luar biasa antara seorang ibu dan anak gadisnya.

Sang ibu, yang terdesak oleh kebutuhan ekonomi, membujuk anaknya dengan berkata, “Wahai anakku, campurlah susu itu dengan air agar jumlahnya bertambah banyak, sehingga kita bisa mendapat keuntungan lebih besar besok pagi.” Namun, sang gadis yang hatinya telah terpaut pada iman menjawab dengan kelembutan yang kokoh, “Wahai ibu, bukankah Khalifah Umar telah mengeluarkan larangan agar kita tidak mencampur susu dengan air dalam berdagang?” Sang ibu kembali menimpali dengan logika duniawi, “Tetapi Umar tidak melihat kita di sini, wahai anakku. Ia sedang tidur terlelap di rumahnya.” Di sinilah, lahir sebuah kalimat yang mengguncang langit dan menggetarkan hati Umar yang menyimak di balik dinding: “Wahai ibu, jika Umar tidak melihat kita, maka Tuhannya Umar pasti melihat kita.” Kalimat singkat ini bukanlah sekadar ucapan, melainkan manifestasi iman yang sangat mendalam bahwa Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah lalai.

Mendengar kejujuran yang murni tersebut, Umar bin Khattab merasa takjub sekaligus terharu. Beliau tidak menangkap mereka karena sebuah niat jahat, melainkan beliau pulang dengan membawa kekaguman akan integritas seorang gadis miskin. Keesokan harinya, Umar membuktikan bahwa kejujuran adalah mata uang yang paling berharga dengan menikahkan putranya, Ashim, dengan gadis jujur tersebut. Dari garis keturunan inilah, beberapa generasi kemudian, lahirlah sosok pemimpin adil yang melegenda, yakni Umar bin Abdul Aziz. Kisah ini mengajarkan kita bahwa integritas yang dijaga di ruang-ruang gelap, pada akhirnya akan Allah angkat derajatnya di cahaya yang terang benderang. Allah SWT menegaskan kehadiran-Nya dalam setiap sendi kehidupan kita melalui firman-Nya dalam QS. Al-Hadid: 4:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Jamaah sekalian, ayat ini mengingatkan bahwa kebersamaan Allah (Ma’iyatullah) bersifat mutlak. Penjelasan dari ayat ini adalah bahwa tidak ada ruang hampa di dunia ini yang luput dari pantauan-Nya. Di bulan Ramadhan, kita mempraktikkan hal ini secara nyata. Kita bisa saja masuk ke kamar yang terkunci, lalu makan dan minum tanpa ada satu pun manusia yang tahu, namun kita memilih untuk tetap lapar dan haus karena kita yakin Allah sedang memperhatikan kita. Kesadaran inilah yang seharusnya kita bawa keluar dari bulan Ramadhan ke dalam urusan bisnis, pekerjaan, dan pergaulan kita sehari-hari. Selain itu, kejujuran adalah jalan paling singkat menuju keberkahan hidup. Allah SWT menjanjikan bahwa orang-orang yang bertakwa dan jujur akan diberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka, sebagaimana diingatkan dalam QS. At-Talaq: 2-3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Gadis penjual susu tersebut tidak mengejar keuntungan duniawi yang fana dengan cara curang, tetapi kejujurannya justru mengangkat derajatnya menjadi bagian dari keluarga pemimpin umat yang paling mulia. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang sangat populer mengenai hakikat kejujuran:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya kejujuran itu membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan itu membimbing ke surga.” (HR. Bukhari & Muslim).

Penjelasan dari hadis ini adalah bahwa satu kejujuran akan melahirkan rangkaian kebaikan lainnya. Kejujuran akan mendatangkan ketenangan, ketenangan akan melahirkan ketepatan dalam bertindak, dan ketepatan bertindak itulah yang akan membawa kita ke pintu surga. Sebaliknya, satu kebohongan kecil—seperti mencampur susu dengan air—akan membutuhkan kebohongan-kebohongan lain untuk menutupinya, yang pada akhirnya hanya akan menumpuk kegelisahan dan kehancuran.

Kata Mutiara Penutup

Sebagai renungan akhir bagi kita semua, mari kita camkan kata hikmah berikut:

“Kejujuran mungkin terasa pahit dan berat pada awalnya, laksana obat yang menyembuhkan, namun ia adalah akar dari segala keberkahan dan ketenangan jiwa yang tak tertandingi. Orang yang jujur tidak akan pernah kehilangan apa pun, karena ia telah memenangkan rida Allah di atas segalanya.”

Semoga ibadah puasa kita di bulan Ramadhan ini tidak hanya menjadi penggugur kewajiban, namun benar-benar menjadi sarana untuk membentuk kita menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi, jujur dalam lisan, jujur dalam perbuatan, serta senantiasa menghidupkan perasaan bahwa kita selalu berada dalam pengawasan Allah SWT di setiap detik nafas kita.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top