
Oleh Dr. Suwardi, M.Pd.I (Wakil rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah, khusyu’ bukan hanya urusan batin yang muncul tiba-tiba, melainkan sebuah kondisi yang perlu diupayakan secara lahiriah dan batiniah. Di Ramadhan 1447 H ini, kita ingin setiap rakaat yang kita lalui menjadi sarana komunikasi yang indah dengan Sang Khalik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an mengenai pentingnya kekhusyukan sebagai kunci kemenangan:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya” (QS. Al-Mu’minun: 1-2).
Maka, menciptakan suasana yang mendukung kekhusyukan di masjid adalah bagian dari memuliakan syiar Allah. Salah satu pintu kekhusyukan adalah melalui indera pendengaran. Ketika seorang Imam membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil, suara yang merdu, serta tajwid yang fasih, ia sedang membimbing ruhani jamaah untuk mentadabburi kalam Ilahi. Allah SWT memerintahkan:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil)” (QS. Al-Muzzammil: 4). Keindahan bacaan ini akan semakin menyentuh sanubari jika didukung oleh kualitas sound system yang jernih, sehingga setiap mad dan ghunnah terdengar sempurna. Rasulullah SAW pun bersabda:
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
“Hiasilah Al-Qur’an dengan suara-suara kalian” (HR. Abu Dawud & Nasai).
Dengan hadirnya para Imam terbaik yang mampu menghadirkan “ruh” ke dalam bacaannya, tarawih tidak lagi menjadi beban fisik, melainkan menjadi perjalanan spiritual yang sangat dirindukan.
Selain kualitas imam, kenyamanan fisik masjid seperti sirkulasi udara yang baik dan pendingin ruangan (AC) yang cukup juga merupakan bentuk pelayanan (khidmat) kepada tamu-tamu Allah. Dalam sejarah Islam, kita mengenal bagaimana para sahabat berupaya memberikan wewangian dan kenyamanan pada masjid agar jamaah betah berlama-lama bersujud. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ، كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan mencintai kebaikan, Maha Bersih dan mencintai kebersihan, Maha Mulia dan mencintai kemuliaan” (HR. Tirmidzi).
Masjid yang sejuk dan bersih membuat hati lebih tenang dan pikiran lebih fokus.
Sebagai penutup, marilah kita ingat sebuah kata mutiara: “Kekhusyukan adalah saat dunia terasa jauh di belakang, dan hanya tersisa engkau dan Penciptamu dalam ruang kesyahduan.” Kata mutiara lainnya menyebutkan: “Fasilitas masjid yang nyaman adalah jembatan, bacaan imam yang merdu adalah kendaraan, namun niat yang ikhlas adalah bahan bakar utama untuk sampai ke hadirat Tuhan.” Mari kita jaga suasana masjid kita agar tetap kondusif, hargai upaya para pengurus dalam menyediakan fasilitas terbaik, dan mari kita maksimalkan setiap rakaat tarawih kita dengan penuh penghayatan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.





