MADIUN – Suasana khidmat menyelimuti kajian di Masjid Baiturrahim, Margobawero, pada Jumat sore (14/03/2026). Ratusan jemaah berkumpul untuk mengikuti kajian menjelang berbuka bertajuk “Al-Qur’an yang Terjaga: Cahaya di Atas Cahaya” yang menghadirkan pemateri Ustaz Idris Sukarno.
Kemurnian yang Tak Lekang oleh Zaman
Dalam pemaparannya, Ustaz Idris Sukarno menekankan bahwa Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang dijamin langsung keasliannya oleh Allah SWT. Beliau mengutip surah Al-Hijr ayat 9 sebagai fondasi utama pembahasan.
”Dunia boleh berubah, teknologi boleh berganti, namun setiap huruf dalam Al-Qur’an tetap sama sejak diturunkan 14 abad yang lalu. Ini bukan sekadar teks, tapi mukjizat hidup,” ujar beliau di hadapan para jemaah.
Tujuan dan Hikmah Penjagaan Al-Qur’an
Kajian ini merinci beberapa poin penting mengenai mengapa Allah menjaga kemurnian kitab-Nya:
- Tujuan Utama: Sebagai kompas (huda) yang tidak akan pernah menyimpang bagi umat manusia hingga akhir zaman. Tanpa penjagaan ini, manusia akan kehilangan standar kebenaran yang absolut.
- Hikmah Mendalam: Penjagaan Al-Qur’an merupakan bukti kasih sayang Allah agar umat-Nya selalu memiliki akses langsung terhadap “perkataan Tuhan” tanpa campur tangan distorsi manusia. Hal ini memberikan rasa tenang dan kepastian hukum dalam beribadah.
Ajakan Menghidupkan Al-Qur’an
Di akhir sesi, Ustaz Idris memberikan ajakan kuat kepada seluruh jemaah untuk tidak hanya sekadar mengagumi keaslian Al-Qur’an, tetapi juga aktif mempelajarinya.
”Terjaganya Al-Qur’an di Lauhul Mahfudz adalah ketetapan Allah, namun terjaganya Al-Qur’an di hati kita adalah pilihan kita. Mari jadikan masjid dan rumah-rumah kita hidup dengan lantunan ayat suci dan kajian tafsir yang mendalam,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung selepas salat Jumat ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar masyarakat Margobawero senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah mencintai dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.





