LDK PP Muhammadiyah dan Baznas Didukung BikersMu DIY Lakukan Pembinaan Mualaf

KULONPROGO- Langit pagi di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta pada Ahad (26/4/2026) terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan semata karena matahari yang mulai meninggi, melainkan hadirnya sebuah ikhtiar besar menguatkan langkah para mualaf dalam perjalanan spiritual mereka.

Melalui tajuk “Kick Off Pembinaan Mualaf”, Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah) resmi memulai program pembinaan mualaf yang digagas bersama Badan Amil Zakat Nasional RI (Baznas RI).

Kolaborasi ini menjadi penanda bahwa dakwah tak lagi berdiri sendiri, melainkan bergerak dalam semangat kemitraan yang saling menguatkan.

Keterangan dari BikersMu Korwil DIY, menyebutkan acara ini menghadirkan sejumlah tokoh yang dikenal aktif dalam pengembangan dakwah komunitas di persyarikatan Muhammadiyah.

Mereka adalah Muh Ikhwan Ahada, Rizaludin Kurniawan, Muchamad Arifin, serta Ananto Isworo. Kehadiran mereka menjadi representasi keseriusan dalam merawat perjalanan iman para mualaf.

Semangat kolaborasi ini sudah terasa sejak awal perjalanan dengan 30 anggota Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Koordinator Wilayah (Korwil) Daerah Istimewa Yogyakarta turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Mereka berkumpul di RS PKU Muhammadiyah Gamping, sebelum bergerak bersama menggunakan 27 kendaraan bermotor menuju lokasi kegiatan.

Rombongan BikersMu DIY beserta Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah melintasi jalur khas dataran tinggi mempererat solidaritas dalam misi dakwah yang mereka emban.

Program “Kick off Pembinaan Mualaf” ini dirancang sebagai proses berkelanjutan menguatkan pemahaman keislaman, membangun jejaring sosial yang suportif, hingga mendorong kemandirian ekonomi. Sebab, menjadi mualaf bukan hanya soal perubahan keyakinan, tetapi juga tentang menata ulang kehidupan secara menyeluruh.

Dalam konteks ini, peran Baznas menjadi sangat strategis. Melalui dukungan program pemberdayaan, para mualaf diharapkan tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara sosial dan ekonomi.

Di sisi lain, LDK PP Muhammadiyah membawa pendekatan dakwah yang inklusif merangkul tanpa menghakimi, membina tanpa menggurui.

Kegiatan ini juga menjadi cermin bahwa dakwah di era modern membutuhkan sentuhan yang lebih humanis. Bukan sekadar ceramah, melainkan pendampingan yang hadir dalam keseharian. Di sinilah pembinaan mualaf menemukan maknanya, menjadi ruang aman bagi mereka yang tengah menapaki jalan baru.

Lebih jauh, inisiatif ini memperlihatkan sinergi antarlembaga keumatan mampu menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat. (*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top