MADIUN – Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan UMJT, Rini Lestari menjalani magang di bidang usaha budidaya, pembibitan, dan pemasaran tanaman hias bernama Santri Garden Madiun yang berada di Dusun Glonggong, Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Santri Garden Madiun yang dimiliki Ngadiyo ini dinilai sebagai lokasi magang yang tepat karena memiliki usaha yang sesuai dengan kompetensi mahasiswa Program Studi Bio-Kewirausahaan.
Yaitu pada aspek budidaya tanaman hias, pembibitan, pemeliharaan tanaman, serta pemasaran produk agribisnis.
Rini Lestari membuat laporan magang berjudul Pengembangan Usaha Bisnis Agribisnis Melalui Pengelolaan Budaya dan Pemasaran Bibit Tanaman Bunga pada Santri Garden Madiun.
Di dalam laporannya Rini Lestari menjelaskan, saat menjalani proses magang di Santri Garden Madiun, ia mempelajari banyak hal terkait pengelolaan agribisnis tanaman bunga.
Pertama, mempelajari proses budidaya bibit tanaman bunga. Kedua, mengetahui pembibitan dan pemeliharaan tanaman yang meliputi persiapan media tanam, penanaman, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
“Mengidentifikasi kendala budidaya khususnya keterbatasan lahan dan ketersediaan air yang dapat menyebabkan bibit mengalami kekeringan atau kematin,” ujar Rini Lestari.
Selain itu, Rini juga mempelajari pengelolaan pemasaran bibit tanaman bunga sebagai upaya mendukung pengembangan usaha agribisnis Santri Garden Madiun.
Praktik Secara praktik, ada 12 pekerjaan yang dilakukan Rini Lestari selama menjalani magang di Santri Garden Madiun. Di mulai dari persiapan alat dan bahan, media tanam, pembibitan dan penanaman, penyiraman tanamna, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengamaan pertumbuhan tanaman.
Melakukan penataan tanaman, pemasaran konvensional, pemasaran digital, pengemasan penjualan, serta melakukan dokumentasi dan evaluasi,” terang Rini Lestari.
Kaprodi Biokewirausahaan, Irfan Miftakhul Fauzi,M.P mengatakan, dari proses magang yang dilakukan Rini Lestari, ia sedang mempelajari usaha tanaman hias dari hulu sampai hilir yaitu mulai proses pembibitan tanaman hias sampai proses pemasaran langsung maupun menggunakan sosial media.
“Hal ini menjadi bagian dari proses mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku usaha tersebut dan mempraktikkannya selama masa magang dilaksanakan, sehingga temen-temen mahasiswa diharapkan dibekali dengan dunia kerja secara nyata,” terang Irfan. (*)





