Mahasiswa Katholik dari UMMAD Raih Penghargaan Best Outfit Ajang Putra Putri Kampus Indonesia

Mahasiswa non Muslim yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali unjuk prestasi.

Kali ini mahasiswa non Muslim yang membawa nama UMMAD ke permukaan adalah Hembalina Irma Tasiripoula

Mahasiswa Prodi Administrasi Kesehatan semester 4 ini merupakan pemeluk agama Katholik.

Dalam ajang Putra Putri Kampus Indonesia (PPKI) yang digelar di Surabaya, 6-8 Februari 2026 , Irma, panggilan akrabnya berhasil meraih penghargaan Best Outfit PPKI 2026.

Ini menjadi capaian luar biasa bagi kelahiran Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Selatan, 20 tahun yang lalu itu: ikut ajang beauty, brand, behaviour dan brave (4B)- seperti pemilihan putra putri –bahkan level nasional dan langsung memperoleh prestasi.

“Saya tidak menduga sama sekali bisa meraih Best Outfit PPKI 2026 ini. Ini kali pertama saya  ikut ajang putra-putri kampus seperti ini,” terang Irma.

Awal mula

Irma bercerita bisa ikut  PPKI karena diajak Fuad Dwi Artha, mahasiswa Prodi Hukum UMMAD. Irma sempat ragu ragu bisa ikut atau tidak karena saat itu ia menjadi penanggungjawab event Duta Kampus UMMAD Fest 2026.

“Awalnya diajak Mas Fuad yang Prodi Hukum, pas lagi proses event Duta Kampus. Setelah melihat waktunya akhirnya saya bisa ikut eventnya, datang ke Surabaya  tanggal 5Februari malam,” ujar Irma, Rabu, 25 Februari 2026.

Diakui Irma, ia mendapat pengalaman luar  biasa selama ikut proses PPKI, mulai dari mengikuti proses karantina hingga grand final.

Saat proses karantina misalnya, Irma mendapat pelatihan public speaking, wawancara dance dan kepribadian (percaya diri). Lalu saat grand final harus berhadapan dengan dewan juri yang bertanya mengenai kemampuan diri.

“Dari lomba ini, saya mulai  merasa berbeda secara pribadi, jadi tahu bahwa hidup itu harus berjuang, harus percaya diri,” ujar Irma.

“Saat grandfinal itu diwawancari sama dewan juri soal apa alasan mereka mengapa harus memilih dirinya jadi juara PPKI. Dari lomba ini, saya mulai  merasa berbeda secara pribadi, jadi tahu bahwa hidup itu harus berjuang, harus percaya diri,” ujar Irma.

Fuad Dwi Arta bercerita memang ia yang mengajak Irma ikut PPKI karena kebetulan menjadi ketua panitia ajang tersebut.

“Lalu minta dana dari kampus, dikasih, saya ajari bagaimana cara ikut serta lomba brand, beauty behaviour kemudian berangkat ikut lomba. Hasilnya Alhamdulillah Irma menang saat pertama kali ikut event, tingkat nasional pula,” ujar Fuad.

Fuad yang juga bekerja di perusahaan event organizer Artha Talenta Management Madiun menyebut keberhasilan Irma tersebut sebagai hal yang luar biasa dan bisa tampil di beberapa podcast dan website.

“Membawa nama kampus UMMAD, branding UMMAD juga. Lumayan,” ujar Fuad.

Mengenai outfit yang dipakai Irma yang membawa kemenangan sebagai Best Outfit PPKi 2026 itu, Fuad mengungkapkan merupakan busana yang didesain oleh, Arga Wijaya, desainer sekaligus owner Artha Management.

“Semua outfit yang dipakai peserta bagus. Mungkiin oleh dewan juri semua yang bagus-bagus itu masuk di (outfit yang dipakai) Irma,” ujar

Proses lomba

Proses lomba yang harus dijalani Irma sangat banyak. Mulai dari ikut karantina hingga grand final.

Diakui Irma, ia mendapat pengalaman luar  biasa selama ikut proses PPKI.

Saat proses karantina misalnya, Irma mendapat pelatihan public speaking, wawancara, dance dan kepribadian. Lalu saat grand final harus berhadapan dengan dewan juri yang bertanya mengenai kemampuan diri.

“Saat grandfinal itu diwawancari sama dewan juri soal apa alasan mereka mengapa harus memilih dirinya jadi juara PPKI. Dari lomba ini, saya mulai  merasa berbeda secara pribadi, jadi tahu bahwa hidup itu harus berjuang, harus percaya diri,” ujar Irma.

Fuad menerangkan saat karantina, Irma mengikuti banyak kegiatan pengembangan diri. Mulai dari belajar dance (modern dance), berjalan di catwalk, belajar public speaking, menghadapi wawancara, dll.

Saat diatas catwalk ia harus mengikuti  opening number, dia perkenalkan diri didepan banyak orang, dilihat juri, peserta lain dan pemenang tahun yang lalu.

Saat karantina dilatih public speaking agar lancar pronounciation-nya. Mengikuti wawancara mendalam (deep interview) mengenai kepribadiannya seperti apa, layak tidak mengikuti ajang nasional seperti PPKI ini.

“Karena tidak sembarangan orang ikut event seperti ini. Tidak bisa setelah ikut event hanya pansos tidak ada gerakan advokasi apa-apa ya sudah (tidak berhasil jadi individu). Irma mendapat wawasan yang banyak dari ikut event PPKI ini,” terang Fuad. (*)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Fuad Dwi Artha
Fuad Dwi Artha
1 month ago

banyak kesempatan bagi mahasiswa/i (UMMAD terutama) untuk ikut event2 nasional seperti cntoh ini smngat smua kaum pemuda

Trending

Scroll to Top