MADIUN – Dua mahasiswa Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menjalani magang di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Mereka adalah Aldi Kurniawan serta La Diro. Proses magang kedua mahasiswa semester 6 tersebut telah berlangsung selama satu bulan.
Meski berada dalam satu instansi, keduanya melakukan tugas magang yang berbeda. Aldi Kurniawan memilih judul magang Proses Pengelolaan Ketersediaan Komoditas Pangan di DKPP Kota Madiun.
Sedang La Diro menyusun proses magangnya dalam laporan berjudul Pemantauan Harga Bahan Pangan Pokok pada DKPP Kota Madiun.
Tujuan magang
Tujuan. magang yang dilakukan Aldi adalah mengetahui proses pengelolaan ketersediaan komoditas pangan di DKPP Kota Madiun, mengetahui pengelolaan data komoditas pangan di DKPP Kota Madiun.
Juga untuk mengetahui upaya DKPP Kota Madiun dalam mengantisipasi kondisi ketersediaan komoditas pangan yang tidak memadai.
Komoditas pangan yang dikelola ketersediannya di masyarakat oleh DKPP Kota Madiun adalah beras, cabai, bawang, sayuran dan telur ayam.
“Mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi juga ikut membantu mencatat masuknya komoditas pangan serta jenisnya di lapangan, memeriksa kelengkapan data yang ada, hingga membantu menyusun laporan ketersediaan komoditas pangan bersama pembimbing lapangan,” ujar Alfi Kurniawan dalam laporan hasil magangnya.
Sementara itu, La Diro menerangkan, magang yang ia lakukan bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara langsung proses pemantauan harga bahan pangan pokok yang dilakukan oleh DKPP Kota Madiun.
Kemudian memahami pemanfaatan data hasil pemantauan harga sebagai dasar pengambilan keputusan oleh dinas, serta kontribusinya dalam membangun basis data logistik pangan daerah yang terintegrasi.
Berikutnya mengetahui faktor penyebab fluktuasi harga bahan pangan pokok di Kota Madiun, baik dari sisi distribusi maupun perubahan iklim.
Serta memahami langkah atau solusi yang diterapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun dalam mengendalikan dan menstabilkan harga tersebut.
“Ada empat komoditas yang umum dipantau, yaitu beras, minyak goreng, telur, dan gula,” terang La Diro.
Meski memiliki praktik magang yang berbeda, keduanya terlibat bersama-sama dalam kegiatan operasi pasar dalam wujud Gerakan Pangan Murah (GMP) yang dilaksanakan DKPP Kota Madiun di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kota Madiun (Taman, Manguharjo, Kartoharjo).
“Dengan mengikuti proses magang ini, mereka berdua dapat menghubungkan teori perkuliahan dengan persoalan nyata di instansi ataupun di industri,” ujar Kaprodi Biokewirausahaan UMJT, Irfan Miftakhul Fauzi, M.P mengenai manfaat magang yang bisa diperoleh Aldi Kurniawan maupun La Diro.
Manfaat lain dikatakan Irfan, adalah kesempatan untuk mengembangkan kemampuan lunak (soft skill) mahasiswa dengan berlatih komunikasi, kerjasama tim serta memecahkan masalah (problem solving).(*)





