Makna Kholifah dalam perspektif pendidikan menurut Prof.Abdul mu’ti,M.Ed

Reaktualisasi Konsep Khalifah dalam Konteks Indonesia Berkemajuan
​1. Dekonstruksi Makna Khalifah
Prof. Abdul Mu’ti seringkali menekankan bahwa istilah “Khalifah” sering mengalami penyempitan makna hanya sebatas sistem politik (khilafah). Padahal, dalam Al-Qur’an, kekhalifahan adalah tugas eksistensial manusia.
​Mandat Ilahi: Merujuk pada QS. Al-Baqarah: 30, kholifah adalah wakil Tuhan di bumi untuk mengelola alam (imaratul ardh).
​Bukan Sekadar Kekuasaan: Khalifah bukan tentang ambisi kekuasaan absolut, melainkan tentang tanggung jawab (akuntabilitas) dan pelayanan (khidmah).
2. Tiga Pilar Khalifah Fil Ardh
Dalam perspektif Muhammadiyah yang berkemajuan, menjadi khalifah di abad ke-21 melibatkan tiga dimensi utama:
Dimensi Teologis: bahwa kesadaran segala tindakan di bumi akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
​Dimensi Kosmologis: Kewajiban menjaga ekosistem dan lingkungan hidup. Khalifah tidak boleh menjadi perusak (mufsid fil ardh).
​Dimensi Sosiologis: Mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan universal tanpa memandang sekat agama atau suku.
3. Khalifah dan Kewarganegaraan (Kewarganegaraan)
​Salah satu poin kuat yang biasanya dibawakan Prof. Mu’ti adalah integrasi antara nilai Islam dan keindonesiaan:
​Darul Ahdi wa Syahadah: Negara Pancasila adalah bentuk konkret dari kesepakatan kolektif (konsensus) yang Islami. Menjadi warga negara yang taat hukum dan kontributif merupakan tugas kholifah.
​Kepemimpinan Transformatif: Pemimpin (khalifah) masa kini adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi atas permasalahan literasi, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
4. Tantangan Kontemporer: Digital & Global
Di tahun 2026, tantangan kholifah tidak lagi sekedar fisik, melainkan mencakup:
Kholifah Digital: Bagaimana Muslim mengelola ruang siber dengan etika (akhlaqul karimah) dan tidak menyebarkan fitnah/hoaks.
​Kedaulatan Intelektual: Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai instrumen untuk memakmurkan bumi.
​Pesan Utama: > “Menjadi kholifah itu bukan soal mendirikan negara baru, tapi soal bagaimana kehadiran kita memberikan kemanfaatan bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).” Aburozan

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top