Media di Masa Kolonialisme Belanda Memberi Apresiasi pada Muhammadiyah

Sebuah berita Bataviaasch nieuwsblad, tanggal 02 Maret 1923 mengabarkan meninggalnya Ahmad Dahlan, dengan judul Haji Ahmad Dahlan Dari Jogja. Dalam berita tersebut, terlihat apresiasi media atas peran Muhammadiyah. Isinya sebagai berikut diberitakan wafatnya haji Ahmad Dahlan, ketua dari H.B. Muhammadiyah dan penasihat dari Central S.I.

Haji Ahmad Dahlan adalah, menurut Soerabaiaasch Handelsblad, seorang tokoh yang luar biasa dalam pergerakan pribumi, menonjol yaitu karena sikapnya yang tenang; oleh perkumpulan Muhammadiyah yang didirikannya ia senantiasa mengetahui bagaimana menjaga perkumpulan itu tetap bebas dari kecenderungan-kecenderungan politik — perkumpulan itu adalah perkumpulan keagamaan dan sebagai demikian mendirikan banyak kemanfaatan.

Atas dorongannya sekretarisnya haji Fachroedin dikirim ke Jeddah untuk menempatkan dirinya mengetahui tentang perlakuan terhadap serangan-serangan yang menyedihkan oleh yang disebut kapal-kapal haji dan untuk membawa laporan tentang hal itu.

Banyak penyimpangan dengan demikian telah disingkirkan. Kepada campur tangan almarhum haji Dahlan patutlah disyukuri bahwa para peziarah perempuan oleh tenaga medis dari jenis kelamin mereka sendiri diperiksa sebelum boleh melangkah ke atas kapal; salah satu dari keluhan terbesar, yaitu bahwa mereka bertentangan dengan Islam oleh laki-laki asing diperiksa, dengan demikian telah disingkirkan.

Di bawah pimpinan dari almarhum mendirikan Muhammadiyah di Jogja sekolah-sekolah, yang mendapat subsidi pemerintah, dengan mana pemerintah memberikan bukti kepercayaannya kepada perkumpulan itu.

Orang juga pernah menyebut sekolah-sekolah itu sebagai kontra-subsidi, karena pemerintah ingin membuat pembedaan dalam hal pemberian subsidi antara sekolah-sekolah Kristen dan sekolah- sekolah Muhammadiyah.

Lahirnya Muhammadiyah sebagian adalah akibat dari perluasan yang terus meningkat dari zending di Vorstenlanden, suatu tanah yang subur bagi pemasukan agama-agama, di mana juga pengaruh Hindu-Buddha tanpa inti dari ajaran itu telah menembus.

Pasti adalah di atasnya Islam. Haji Dahlan merasa sangat baik, bahwa kehendak untuk urusan-urusan haji dari suatu pendirian etis yang tinggi dapat dicapai.

Sebagai seorang mukmin sejati ia juga rajin bekerja bagi perbaikan perkembangan rakyat; masa kejayaan Sarekat Islam mempunyai baginya sedikit arti; ia bukan seorang politikus.

Almarhum haji Dahlan adalah seorang laki-laki dari pengaruh besar; ia bergerak sejak permulaan di masa-masa peralihan.

Dari campur tangannya dengan S.I. setidak-tidaknya pada tahun-tahun terakhir, ke luar tidak tampak apa-apa; kita tidak mengingat pernah suatu hubungan pengertian yang diinginkan dengan pemerintah atau dengan pimpinan lama gagal karena dirinya.

Ia adalah utusan dari H.B. Muhammadiyah; haji Fachroedin dari Madioen tampak telah berdamai dengan S.I., sekarang juga perjuangannya diarahkan pada tujuan, Islam mengakui dan menahan diri menurut ketentuan-ketentuan Al-Qur’an.Juga di dalam dunia teosofis almarhum dikenal.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top