Memahami Arkanuddin (Pilar-Pilar Agama)

Stone castle with rocky landscape and trees in Italy, scenic view.

Dr.Suwardi, M.Pd.I (Wakil rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)

​1. Landasan Hadis

​Kajian ini bersumber dari potongan hadis panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ketika Jibril bertanya kepada Rasulullah saw., beliau menjawab dengan definisi yang menjadi standar keimanan kita hingga hari ini:

​قَال: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسلَامِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا.” قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ؟ قَالَ: “أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.” قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ؟ قَالَ: “أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.”

​2. Islam: Manifestasi Amal Lahiriyah

Islam secara bahasa berarti tunduk dan patuh. Dalam perspektif hadis ini, Islam merupakan manifestasi ibadah yang bersifat lahiriah atau fisik. Seseorang dikatakan masuk ke dalam lingkaran Islam ketika ia bersyahadat, yang kemudian dibuktikan dengan komitmen mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, serta melaksanakan haji bagi yang memiliki kemampuan. Islam adalah pintu gerbang utama; ia adalah syariat yang mengatur bagaimana tubuh kita berinteraksi dengan Sang Pencipta dan sesama makhluk. Tanpa menjalankan rukun Islam, pengakuan keberagamaan seseorang tidak memiliki landasan hukum yang kuat di hadapan Allah dan manusia.

​3. Iman: Pondasi Keyakinan Batin

​Jika Islam bersifat nampak (eksoteris), maka Iman bersifat tersembunyi di dalam hati (esoteris). Iman bukan sekadar ucapan, melainkan keyakinan bulat yang menghujam ke dalam jiwa. Rukun Iman yang enam percaya kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari Akhir, serta Qada dan Qadar adalah mesin penggerak bagi raga. Iman yang kuat akan melahirkan kepatuhan yang tulus dalam ber-Islam. Seseorang yang Islamnya baik namun Imannya lemah, ibadahnya akan terasa hambar dan mudah goyah saat diterpa badai ujian hidup atau keraguan (syubhat). Oleh karena itu, Iman adalah akar yang menghidupkan seluruh dahan ibadah.

​4. Ihsan: Puncak Kesempurnaan Ruhani

​Tingkatan tertinggi dalam agama ini adalah Ihsan. Ihsan adalah ruh dari Islam dan Iman. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa Ihsan adalah kondisi di mana seseorang beribadah dengan perasaan diawasi sepenuhnya oleh Allah. Ada dua derajat dalam Ihsan: pertama, Musyahadah, yaitu beribadah seolah-olah mata hati kita memandang Allah karena saking kuatnya rasa cinta dan kehadiran-Nya. Kedua, jika kita belum sampai pada derajat itu, maka kita harus menanamkan kesadaran Muroqobah, yakni keyakinan bahwa Allah senantiasa melihat setiap gerak-gerik dan detak jantung kita. Ihsan-lah yang menjadikan shalat kita khusyuk, sedekah kita ikhlas, dan akhlak kita mulia meski saat tidak ada orang yang melihat.

​Kesimpulan

​Ketiga pilar ini Islam, Iman, dan Ihsan adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Islam tanpa Iman adalah kemunafikan, Iman tanpa Islam adalah pengakuan kosong, dan keduanya tanpa Ihsan adalah ibadah yang kehilangan nyawa. Sebagai Muslim, tugas kita adalah terus meningkatkan kualitas ketiganya agar kita menghadap Allah dalam keadaan yang sempurna (Kamil).

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top