Membaca Perkembangan Muhammadiyah di Pedesaan Ngawi dan Ponorogo dengan Ngenger

Judul Buku: Ngenger: Dari Komunikasi Antar Budaya Menuju Transformasi Ideologi
Penulis: Anang Masduki
Penerbit: UAD Press (Universitas Ahmad Dahlan Press)
Tahun Terbit: 2023
Kategori: Ilmu Komunikasi, Antropologi Budaya, Studi Budaya Jawa 

Buku Ngenger: Dari Komunikasi Antar Budaya Menuju Transformasi Ideologi karya Anang Masduki membawa kita masuk ke dalam sebuah tradisi lama masyarakat Jawa yang jarang disentuh secara mendalam dari perspektif ilmu komunikasi. Diterbitkan oleh UAD Press, karya ini berangkat dari pengamatan panjang penulis terhadap praktik ngenger di wilayah Ponorogo (terutama Grogol) dan Ngawi, Jawa Timur, khususnya dalam kurun waktu 1950 hingga 2000-an, yang beririsan dengan perkembangan gerakan Muhammadiyah di sana.Ngenger, dalam pengertian sederhana, adalah kebiasaan di mana anak atau remaja—sering kali dari keluarga sederhana, berlatar belakang NU atau abangan—dititipkan untuk tinggal dan membantu pekerjaan rumah tangga di keluarga lain yang lebih mapan secara sosial, ekonomi, maupun keagamaan, biasanya dari kalangan santri atau Muhammadiyah.

Mereka mengasuh anak, membersihkan rumah, membantu kebutuhan sehari-hari, tanpa upah formal, melainkan sebagai bentuk pertukaran nilai: pendidikan karakter, pengetahuan, dan harapan masa depan yang lebih baik. Namun, Anang Masduki tidak sekadar menceritakan tradisi ini sebagai cerita rakyat atau solidaritas sosial biasa. Ia menjadikannya lensa tajam untuk melihat proses komunikasi antar budaya yang rumit dan penuh dialektika.Melalui interaksi sehari-hari yang tampak biasa—sarapan bersama, obrolan di dapur, ajaran agama yang disisipkan pelan-pelan—terjadi benturan dua dunia budaya yang berbeda strata. Di satu sisi ada nilai-nilai tradisional Jawa yang lebih sinkretis, di sisi lain ada semangat purifikasi dan tajdid ala Muhammadiyah.

Penulis menggambarkan bagaimana proses adaptasi, akulturasi, hingga transformasi identitas berlangsung secara halus namun pasti. Anak ngenger yang awalnya membawa pola pikir dan praktik keagamaan lama perlahan mengalami pergeseran ideologi: dari sikap apatis atau selektif terhadap ajaran baru, hingga akhirnya mengadopsi dan bahkan mempraktikkan “Islam autentik” yang merupakan sintesa antara tradisi lokal dan pemurnian Muhammadiyah. Transformasi ini tidak instan; ia lahir dari dialektika panjang yang melibatkan kekuasaan, keteladanan, dan negosiasi nilai dalam kehidupan sehari-hari.Kekuatan utama buku ini terletak pada kekayaan data lapangan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Anang Masduki menghadirkan cerita-cerita nyata dari para mantan anak ngenger, keluarga tuan rumah, serta dinamika yang mereka alami, sehingga pembaca seolah diajak hidup di tengah rumah-rumah itu. Pendekatan komunikasi antar budaya yang digunakan—dengan konsep adaptasi, selektivitas, dan apatisme sebagai kunci—membuat tradisi lokal ini terangkat ke tataran teori yang lebih luas, relevan bagi siapa saja yang mempelajari perubahan sosial dan ideologi di konteks multikultural.

Analisis transformasi ideologi juga kadang terasa lebih deskriptif ketimbang dibuktikan dengan data jangka panjang yang sangat mendalam. Namun, kelemahan ini tidak mengurangi nilai buku sebagai karya orisinal yang berhasil menjembatani tradisi Jawa dengan kajian komunikasi kekinian.

Secara keseluruhan, Ngenger adalah bacaan yang menggugah, terutama bagi mereka yang ingin memahami bagaimana perubahan ideologi bisa terjadi tanpa revolusi besar—hanya melalui percakapan di meja makan, tatapan teladan, dan kerja keras sehari-hari. Buku ini tidak hanya merekam sebuah tradisi, melainkan juga mengajak kita merefleksikan bagaimana budaya lokal terus bernegosiasi dengan modernitas dan ideologi yang datang dari luar, hingga melahirkan bentuk keagamaan dan identitas yang baru namun tetap berakar. Bagi mahasiswa komunikasi, antropologi, atau siapa pun yang peduli pada dinamika sosial Jawa, dan perkembangan Muhammadiyah di pedesaan, buku ini layak menjadi teman diskusi yang kaya dan mengalir.

Fajar Junaedi, tim pengembang Universitas Muhammadiyah Madiun

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top