Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Erwan Sudiwijaya, S.Sos., MBA., M.A., menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemberdayaan Guru Olahraga dalam Membuat Digital Storytelling sebagai Media Promosi Kelas Olahraga”. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl. Menteri Supeno, Yogyakarta, pada Selasa (10/3/2026) ini diikuti puluhan guru olahraga, pengelola akun media sosial sekolah, serta siswa dari berbagai unit pendidikan Muhammadiyah.
Peserta berasal dari SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah Imogiri, SMP Muhammadiyah Imogiri, SMA Muhammadiyah Borobudur, SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga, SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, MTs Muhammadiyah Karangkajen, dan SMP Muhammadiyah Mlati. Mereka mengikuti pelatihan intensif tentang teknik pembuatan digital storytelling yang menarik, mulai dari konsep cerita, pengambilan video, editing sederhana, hingga strategi penyebaran di media sosial sekolah.Erwan Sudiwijaya menekankan pentingnya digital storytelling sebagai senjata ampuh promosi kelas olahraga di era digital. “Di tengah persaingan antar sekolah yang semakin ketat, kelas olahraga tidak boleh hanya mengandalkan poster atau pengumuman biasa. Digital storytelling memungkinkan kita menceritakan pengalaman nyata siswa berolahraga, proses latihan yang seru, prestasi yang diraih, hingga nilai karakter yang dibangun melalui olahraga. Cerita yang hidup ini jauh lebih efektif menarik minat orang tua dan calon siswa baru,” ujar Erwan dalam sesi pembukaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat UMY dengan mitra Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang fokus pada peningkatan kompetensi digital guru dan pengelola media sekolah Muhammadiyah. Selama pelatihan, peserta langsung praktik membuat satu video storytelling singkat tentang kegiatan olahraga di sekolah masing-masing, yang kemudian dikritik dan direvisi bersama tim pengabdian.Erwan berharap, setelah pelatihan ini, setiap sekolah Muhammadiyah dapat secara rutin memproduksi konten digital storytelling tentang kelas olahraga. “Ini bukan hanya promosi, tapi juga cara kita melestarikan semangat olahraga sebagai bagian integral pendidikan Muhammadiyah yang holistik,” pungkasnya.
Kepala sekolah dan guru yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka akan menerapkan ilmu yang didapat untuk memperkaya konten media sosial sekolah, sehingga kelas olahraga semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.Kegiatan pengabdian masyarakat ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan sekolah Muhammadiyah, sejalan dengan misi UMY dalam menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan umat.
“Alasan mengapa memilih sekolah sebagai mitra adalah untuk pengabdian sekaligus promosi UMY, apalagi UMY telah membuka prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Meskipun demikian kami juga mempromosikan semua prodi saat pengabdian,” pungkas Erwan. (FJ)





