Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Budi Dwi Arifianto, M.Sn., menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemberdayaan Kader Muda melalui Produksi Konten dan Jurnalisme Media Sosial Muhammadiyah”. Acara berlangsung di Ruang Seminar Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl. Mentri Supeno, Yogyakarta, pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari guru, pengelola akun media sosial sekolah, serta siswa dari berbagai satuan pendidikan Muhammadiyah. Sekolah-sekolah yang hadir antara lain SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta, MTs Muhammadiyah Karangkajen, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah Imogiri, SMP Muhammadiyah Imogiri, SMA Muhammadiyah Borobudur, SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga, dan SMP Muhammadiyah Mlati.
Budi Dwi Arifianto menekankan urgensi pemberdayaan generasi muda Persyarikatan Muhammadiyah di ranah digital. “Pemberdayaan kader muda melalui produksi konten dan jurnalisme media sosial Muhammadiyah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Di era disrupsi informasi ini, kader muda harus mampu menjadi corong dakwah yang kredibel, kreatif, dan mencerahkan, bukan sekadar konsumen konten,” ujar Budi Dwi Arifianto. Kegiatan pengabdian yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini menghadirkan materi praktis seputar teknik produksi konten digital, etika jurnalisme di media sosial, strategi pengelolaan akun resmi Muhammadiyah, hingga cara menyajikan narasi dakwah yang sesuai nilai-nilai Persyarikatan.

Peserta juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan konten selama sesi workshop.Menurut penyelenggara, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah-sekolah Muhammadiyah agar dapat mengoptimalkan media sosial sebagai sarana dakwah, pendidikan karakter, dan promosi pendidikan Muhammadiyah yang lebih profesional dan berdampak luas.Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus digelar secara berkala untuk memperkuat literasi digital kader muda Muhammadiyah di berbagai daerah.
“Kami memilih sekolah sebagai lokasi pengabdian sebagai bentuk nyata pengabdian sekaligus branding dan promosi UMY,” pungkasnya. (FJ)





