Pembinaan Guru-Guru Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Madiun yang diisi oleh Dr. H. Hamim Zarkasih Putra, M.Pd. (Tokoh/Akademisi dari Yogyakarta).
Agenda & Poin Utama Pembinaan
1. Penguatan Ideologi Muhammadiyah (Keyakinan dan Cita-Cita Hidup)
Sebagai pendidik di lingkungan amal usaha Muhammadiyah (AUM), guru bukan sekadar pekerja profesional, melainkan mubaligh dan kader.
Etos Kerja: Mengajar adalah bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Identitas: Menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kepada peserta didik sejak dini demi mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berkemajuan.
2. Tantangan Pendidikan Zaman Sifat (Era Digital & Gen-Z/Alpha)
Dr. Hamim Zarkasih Putra sering menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan akar moral Islam.
Guru Berkemajuan: Guru Muhammadiyah harus melek teknologi, inovatif, dan kreatif agar metode pembelajaran tidak monoton.
Pendidikan Karakter: Di tengah gempuran media sosial, guru dan ibu-ibu Aisyiyah memiliki peran krusial sebagai benteng moral dan spiritual siswa.
3. Sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah
Pendidikan yang sukses lahir dari kolaborasi yang harmonis. Sinergi antara guru-guru sekolah Muhammadiyah (SD, SMP, SMA/SMK) dengan gerakan perempuan Aisyiyah (yang berfokus pada PAUD/TK dan kesejahteraan keluarga) menjadi pilar utama kemajuan pendidikan di Kota Madiun.





