Pemerintah Kota Madiun sedang mengembangkan program budi daya maggot sebagai solusi untuk mengatasi sampah organik yang dihasilkan di kawasan Pasar Besar Madiun, Jawa Timur.Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun, Puguh Soepardijanto, program ini dijalankan secara swadaya oleh petugas kebersihan yang tergabung dalam Program Jasa Kebersihan (Projasih).Pemilihan maggot didasarkan pada hasil analisis dan pembelajaran, karena larva black soldier fly ini terbukti sangat efektif dalam mengurai sampah organik secara cepat, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

“Maggot bisa mengurai sampah organik dengan cepat, dan hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan yang punya nilai jual,” ujar Puguh, seperti dikutip pada Minggu (15/2/2026).Upaya ini sebenarnya sudah pernah dicoba pada tahun 2022, tapi hasilnya belum maksimal. Setelah melakukan studi banding ke Bandung dan melihat pengelolaan sampah di sana, program budi daya maggot kembali dihidupkan pada tahun 2025 di Pasar Besar Madiun.Proses budidayanya dimulai dengan membeli bibit maggot, kemudian petugas merawatnya dari fase larva hingga menjadi pupa, lalat, bertelur, dan siklus berulang. Dengan perawatan rutin, dalam waktu 1–2 bulan maggot sudah siap dimanfaatkan.Saat ini, hasil maggot digunakan untuk memberi pakan pada dua kolam lele yang ada di pasar.
Petugas juga sedang mengembangkan pembuatan pelet campuran berbahan maggot, sayuran, dedak, atau bekatul, terutama saat sampah organik berlebih.Selain dijual dalam bentuk segar atau kering, sisa pakan maggot serta selongsong pupa bisa diolah menjadi pupuk organik.Ke depannya, program ini diharapkan bisa diperluas ke seluruh 17 pasar rakyat di Kota Madiun dengan membentuk satuan tugas khusus di masing-masing pasar untuk mengelola sampah organik berbasis ekonomi.“Target kami, sampah organik di pasar tidak lagi jadi masalah. Memang butuh proses belajar, tapi harus dimulai sekarang juga,” pungkas Puguh.Inovasi ini menjadi langkah nyata menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi di pasar tradisional Kota Madiun.





