MADIUN – Salah satu mahasiswa nonis (non Islam) yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) adalah Fantiana Maria Mo’ong, panggilan akrabnya Suster Fanti.
Suster Fanti, seorang biarawati Kristen ini baru saja menyelesaikan ujian skripsi di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMJT.
Ini menjadi penanda tahun terakhir mahasiswa yang berasal Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kuliah di UMJT.
Judul skripsi
Ujian skripsi Suster Fanti yang dilakukan pada Senin, 7 September 2026 yang lalu telah dinyatakan lulus oleh pembimbing.
Judul skripsi yang diajukan Suster Fanti untuk diujikan didepan dosen penguji adalah Pola Asuh Demokratis untuk Anak Down Syndrome.
“Ya sudah lulus,” ujar Suster Fanti saat ditemui usai ujian skripsi.
Diterangkan Suster Fanti, beberapa hal terkait pola asuh demokratis bagi anak down syndrome yang dibahas dalam skripsinya tersebut adalah kasih sayang dan dukungan emosional.
Kemudian melakukan komunikasi dua arah, disiplin yang mendidik, kebebasan yang terarah serta penghargaan atas keberhasilan.
“Dengan pola asuh demokratis seperti ini diharapkan dapat menghilangkan label negatif soal anak down syndrome. Dengan pola asuh yang benar nantinya anak down syndrome bisa mandiri dan bisa diterima,” terang Suster Fanti.
Fanti menyampaikan, ia menyelesaikan proses skripsi selama 6 bulan dengan 3 bulan diantaranya digunakan untuk penelitian.
“Saya melakukan penelitian anak down syndrome yang ada di Panti Asuhan Bhakti Luhur Madiun. Disana ada 6 anak down syndrome tapi saya ambil sample 3 saja,” ujar Fanti yang juga guru di SLB Bhakti Luhur Madiun yang dikelola Yayasan Bhakti Luhur Madiun.
Lulus skripsi
Suster Fanti dinyatakan lulus ujian skripsi oleh dua dosen penguji, Nuril Endi Rahman, M.A dan Muh.Niam,M.Kesos.
“Tadi ada sedikit evaluasi di sistematika penulisan, ada tambahan latar belakang yang harus ditulis. Jadi ada sedikit revisi Tadi dinyatakan lulus langsung,” ujar Fanti.
Suster Fanti menyebutkan telah menyelesaikan seluruh mata kuliah yang harus ia tempuh selama kuliah di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial
Apabila semua urusan akademik setelah ujian skripsi ini lancar, maka Suster Fanti bisa mengikuti wisuda sarjana UMJT Periode tahun 2026 pada bulan Desember mendatang.
“3,90,” jawab Suster Fanti saat ditanya berapa IPK terakhir yang diraih.
Kandidat
Fanti pun hanya tersenyum saat disebutkan ia bisa saja menjadi wisudawan terbaik dengan raihan IPK setinggi itu dan ujian skripsi juga sudah lulus.
Mengenai hal ini, Kaprodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMJT, Qoniah, M.Kessos menyampaikan kemungkinan apakah Suster Fanti akan jadi lulusan terbaik UMJT.
“Mantap(dapat IPK tinggi). Tapi nanti saya lihat dulu (nilai dari mahasiswa lain). Misalnya Rani IPK 3.7 atau 3.8, tetap Rani yang jadi terbaik karena Rani lulus di semester 8,” jelas Qoniah.
Nama Rani yang disebut Qoniah adalah Maria Regina Asal Jawang, mahasiswa Katolik yang juga satu prodi dengan Suster Fanti.
Dua kandidat lulusan terbaik di wisuda UMJT Periode 2026 ini-Rani dan Suster Fanti memiliki rekam jejak intelektual yang baik selama kuliah di UMJT.
Mereka berhasil lolos seleksi ikut program Muhammadiyah Youth Interfaith Leadership Program (MY-ILP) di Denpasar, Bali, Januari 2025.
MY-ILP merupakan program pelatihan kepemimpinan lintas agama bagi mahasiswa non-Muslim yang berkuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(*)





