Potensi perkembangan industri sepakbola sangatlah besar. Secara konsep, industri sepakbola bertujuan untuk membuat pertandingan sepakbola menjadi sebuah acara yang menguntungkan semua pihak yang terlibat, mulai dari pemain, panitia pelaksana, klub, hingga para penggemar. Klub sendiri dapat memanfaatkan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, seperti menjual pemain, tiket pertandingan, merchandise, dan produk sponsor. Selain itu, klub juga dapat memperoleh hak siar dari stasiun televisi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Industri sepakbola adalah salah satu industri dengan perputaran uang yang cukup besar. Industri ini tidak hanya berisi olahraga semata, bahkan Sepak Bola Dunia Profesional sekarang telah dikemas menjadi sebuah industri yang sangat besar dan dijadikan bisnis yang sangat menjanjikan.
Pada tahun 2022, perusahaan riset multinasional Ipsos menemukan bahwa Indonesia memiliki jumlah penggemar sepak bola terbesar di dunia. Dari semua responden di Indonesia, sebanyak 69% mengaku menyukai sepak bola, angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan puluhan negara lain yang juga disurvei oleh perusahaan yang sama (katadata.co.id, 2022). Ini merupakan jumlah yang fantastis. Bayangkan saja dari 270 juta penduduk Indonesia dengan mayoritas usia muda, memberikan peluang besar bagi industri sepak bola Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya, seperti sponsor, merchandise, tiket pertandingan, dan lain-lain. Hal ini juga yang pada akhirnya membuat FIFA secara resmi mengkonfirmasi bahwa Gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2023 akan digelar di Indonesia. Turnamen bergengsi kelompok umur ini akan dimulai pada tanggal 20 Mei 2023. Gelaran ini menjadi harapan baru dalam industri sepak bola Indonesia setelah beberapa tahun mengalami keterpurukan.
Kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) adalah sebuah peristiwa paling mengerikan yang menandai buruknya pengelolaan dunia olahraga di Indonesia. Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana budaya kekerasan telah mewarnai dunia sepak bola Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Lalu, Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Februari yang akhirnya memutuskan Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum PSSI. Rangkaian peristiwa tersebut diharapkan menjadi harapan baru dalam perbaikan sepakbola Indonesia menuju kearah yang lebih baik.
Tidak Ada Jalan Mulus Dalam Industri Sepakbola Indonesia
Tetapi, Jalan menuju perbaikan itu tidaklah mudah. Pada tanggal 29 Maret 2023, FIFA secara resmi mengumumkan melalui situs web mereka bahwa Indonesia dibatalkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Meski tidak ada Kata Israil dalam isi surat FIFA tersebut hanya tertulis “karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023”. Banyak masyarakat yang menilai bahwa Semua ini dipicu dari protes yang dilakukan oleh Sebagian masyarakat Indonesia yang menolak Timnas Israel untuk datang dan bermain di Indonesia. Bisa jadi, FIFA melihatnya sebagai “Intervensi” yang mengancam keamanan. Alasan penolakan tersebut didasarkan pada penentangan terhadap kebijakan pemerintah zionis Israel yang sedang menjajah bangsa Palestina. Tindakan tersebut dianggap bertentangan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yakni penjajahan harus dihapuskan.
Para Suppoter sepakbola Indonesia menyayangkan sikap dari beberapa Pejabat dan kelompok tersebut. Mereka menilai bahwa Langkah ini adalah Langkah yang salah. Jika kita lihat, Bentuk dukungan dari suporter Switzerland kepada Palestina di pertandingan melawan Israel misalnya. Pada 29 Maret 2023, para pendukung Swiss terlihat mengibarkan banyak bendera Palestina pada pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2024 antara Swiss dan Israel. Banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan dalam bentuk dukungan Negara Indonesia pada Kemerdekaan Palestina dalam sepakbola. Jangan sampai, Gerakan ini hanya sebatas menjalankan politik anti-Israel jelang Pemilu 2024. Dalam publikasinya yang berjudul “Pierre Bourdieu on social transformation, with particular reference to political and symbolic revolutions”, Bridget Fowler (2020) menjelaskan bahwa terkadang identitas atau status seseorang digunakan sebagai topeng untuk menyembunyikan kepentingan yang sebenarnya. Menurut Fowler, terdapat keuntungan simbolis dari menyembunyikan kepentingan tersebut yang kemudian dapat dijadikan sebagai modal ekonomi maupun politik. (Fowler, 2020) dari penjelasan Fowler tersebut, bisa disimpulkan dengan kondisi sekarang bahwa seorang politisi dapat memanfaatkan label “konservatif” untuk memperoleh dukungan dari masyarakat yang menjadi target suaranya pada Pemilihan Umum 2024 dengan memperjuangkan hak Palestina. isu politik dengan isu olahraga terutama sepakbola memang menjadi hal yang kerap terjadi. Bicara tentang sepak bola dalam konteks politik, kini menjadi semakin umum dan menjadi media gratis yang sangat digemari oleh para politisi untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat
Menakar Kepercayaan Global
Dibatalkannya Indonesia Sebagai Tuan Rumah piala dunia ini bisa menyebabkan beberapa kerugian selain saksi FIFA salah satunya Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan prestasi sepak bola Indonesia di mata dunia dan Indonesia akan rugi secara finansial karena sudah mengeluarkan biaya besar untuk mempersiapkan stadion, lapangan, dan fasilitas lainnya. Dalam Pidato yang dilakukan Oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Maret 2023 Sebelum pengumuman pembatalan tersebut ditetapkan oleh FIFA Presiden Joko Widodo Menegaskan bahwa prinsip dan sikap negara Indonesia terkait dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina dan penyelesaian two-state solution. Langkah ini dapat membantu dalam mengurangi kemungkinan munculnya konflik dan perbedaan pandangan. Presiden juga menegaskan bahwa keikutsertaan Israel tidak ada kaitannya dengan posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa urusan olahraga harus dipisahkan dari urusan politik.
Penolakan Indonesia terhadap keikutsertaan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 dapat berdampak pada kepercayaan global terhadap Indonesia. Keikutsertaan sebuah negara dalam ajang olahraga adalah sesuatu yang dianggap sebagai urusan olahraga semata, Jika terdapat penolakan hingga pembatalan sebuah Event. Hal ini bisa memicu reaksi negatif dari berbagai pihak. Dalam situasi resesi ekonomi tahun 2023, kepercayaan global terhadap Indonesia menjadi semakin penting untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi aliran investasi dan perdagangan antara Indonesia dan negara-negara lain. Padahal tahun 2022 Kristalina Georgieva, Managing Director IMF Menyebut Indonesia sebagai “titik terang di tengah kesuraman ekonomi dunia” Artinya bahwa kepercayaan global terhadap Indonesia semakin baik (https://setneg.go.id/, 2022). Kontroversi tersebut dapat memicu reaksi negatif dari berbagai pihak, termasuk pihak-pihak yang mendukung Israel, dan dapat merusak hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara yang mendukung Israel.
Namun, kemungkinan ini adalah teguran bagi kita semua bahwa jangan sampai negara ini hanya terlalu fokus pada penyelenggaraan event internasional. Seharusnya Kita benahi dahulu tragedi yang terjadi di dalam negeri ini “Kanjuruhan” dengan “Sebenar-benarnya”
Semoga Sedikit ada jalan Terang Untuk Industri Sepakbola Kita !
Ayub Dwi Anggoro (Dosen prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo)





