MADIUN – Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menerima kunjungan Dinas Kesehatan Kota Madiun serta perwakilan Puskesmas dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga medis, Kamis, (16/4/2026).
Kunjungan ini terlaksana atas kolaborasi strategis dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkessos) Murnajati Kampus Madiun.
Fokus utama Kegiatan ini adalah pelatihan komprehensif mengenai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), serta Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).
Dalam pelaksanaannya, Bapelkessos Murnajati menggandeng Tim Perinatologi dan Tim Ruang Bersalin (RB) RSI Siti Aisyah Madiun sebagai fasilitator lapangan.
Penanggung jawab ruang Perinatologi RSI Siti Aisyah Kota Madiun, Rina Setyaningsih, S.Kep.Ns.,mengatakan, kegiatan utama dalam kunjungan ini praktik pengambilan sampel SHK.
SHK ini sangat krusial dilakukan pada bayi baru lahir untuk mencegah keterlambatan pertumbuhan dan keterbelakangan mental.
“Kegiatan hari ini adalah praktik pengambilan sampel SHK di RSI Siti Aisyah Madiun. Pesertanya berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas di wilayah Nganjuk dan wilayah Madiun. Total ada 14 peserta yang kami bagi menjadi dua gelombang pengambilan agar proses belajar lebih efektif dan tetap menjaga kenyamanan pasien,” ujar Rina Setyaningsih.
Selain fokus pada bayi, peserta juga mendapatkan materi pemantapan mengenai pengasuhan pascapersalinan atau PNC.
Bertempat di Ruang Bersalin (RB), Deni Triasmorowati, AMd.Keb dan Martutik Indarwati, AMd. Keb., memandu para peserta untuk melakukan observasi langsung terhadap ibu nifas.
Menurut Deni Triasmorowati, ketelitian dalam masa nifas adalah kunci keselamatan ibu.
“Di ruang RB, kami menekankan pada pengasuhan secara menyeluruh. Mulai dari menyampaikan keluhan ibu, pengukuran tekanan darah secara rutin, hingga pemeriksaan fisik yang mendetail,” jelas Deni.
Lebih lanjut, Deni memaparkan bahwa para peserta diajarkan untuk secara teliti memeriksa kontraksi rahim, mengukur Tinggi Fundus Uteri (TFU), serta memantau volume pendarahan.
“Kami juga memberikan edukasi dan pengecekan terkait laktasi untuk memastikan proses menyusui dini berjalan lancar tanpa kendala medis,” tambah Deni.
Kerja sama antara instansi pendidikan kesehatan seperti Bapelkessos Murnajati dengan rumah sakit rujukan seperti RSI Siti Aisyah Madiun diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan yang lebih terampil dan sigap.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan standar pelayanan ANC, INC, PNC, dan SHK di tingkat Puskesmas—baik di Madiun maupun Nganjuk—semakin meningkat, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat. (MJK)






