Oleh Dr. Suwardi, M.Pd.I (Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)
KHOTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَجَعَلَ الْكَلِمَةَ الطَّيِّبَةَ صَدَقَةً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَعَثَهُ اللهُ لِيُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taqwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu dimensi takwa yang sering terlupakan adalah bagaimana kita menjaga martabat sesama manusia melalui lisan kita, terutama di saat kita berada dalam keterbatasan.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi peradaban dan akhlak. Dalam berinteraksi sosial, adakalanya kita tidak mampu memenuhi permintaan bantuan orang lain, baik berupa harta, waktu, maupun tenaga. Dalam situasi sulit tersebut, Al-Qur’an memberikan panduan komunikasi yang luar biasa melalui konsep Qaulan Maisuran (قَوْلًا مَّيْسُورًا).
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra’ ayat 28:
وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجَهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا
“Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk mencari rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan (karena engkau tidak dapat memberi mereka rezeki saat ini), maka ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mudah (ringan).”
Ayat ini merupakan solusi rabbani bagi seorang Muslim saat didatangi oleh kerabat, anak yatim, atau fakir miskin yang membutuhkan bantuan, namun ia sendiri sedang tidak memiliki rezeki untuk dibagikan. Daripada menolak dengan kasar, diam seribu bahasa, atau menunjukkan wajah yang masam, Allah memerintahkan kita untuk menggunakan Qaulan Maisuran—perkataan yang mudah, gampang, dan ringan.
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Qaulan Maisuran mengandung tiga makna mendalam dalam komunikasi Islami:
Ucapan yang Menyenangkan: Perkataan yang membawa ketenangan dan tidak menyakitkan hati pendengarnya.
Janji yang Baik: Memberikan harapan yang santun atau doa agar Allah melapangkan rezeki mereka di waktu lain.
Memperhalus Penolakan: Seni menolak permintaan tanpa merendahkan atau menjatuhkan harga diri orang yang meminta.
Sebagai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, saat menghadapi peminta-minta atau permintaan pinjaman namun kita tidak mampu memberi, jangan katakan: “Pergi sana! Saya tidak punya uang!”. Alih-alih demikian, gunakanlah lisan yang mulia: “Mohon maaf, saat ini saya belum bisa membantu. Semoga Allah melapangkan rezeki Anda dan memberikan jalan keluar.”. Kalimat ini menunjukkan bahwa meskipun tangan kita belum bisa memberi harta, lisan kita telah memberikan sedekah berupa kebaikan dan doa.
Jamaah Jumat yang Berbahagia, Inilah keindahan Islam. Allah mengajarkan bahwa adab dan akhlak jauh lebih berharga daripada sekadar materi. Dengan Qaulan Maisuran, kita memelihara martabat sesama, mencegah timbulnya kebencian, dan menjaga keutuhan tali silaturahmi meskipun dalam keadaan sempit.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHOTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita sadari bahwa setiap kata yang keluar dari lisan kita akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah SAW bersabda: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah,” dan perkataan baik pun termasuk di dalamnya.
Konsep Qaulan Maisuran mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang solutif. Jika kita tidak memiliki harta untuk membantu, berikanlah kata-kata yang membesarkan hati. Jika kita sedang padat jadwal dan harus menolak tawaran kerja sama, tolaklah dengan santun: “Terima kasih atas tawarannya, namun saat ini jadwal saya sedang padat. Insya Allah di kesempatan lain saya dengan senang hati membantu.”.
Dengan demikian, kita telah menunaikan kewajiban lisan dan menunjukkan kemuliaan budi pekerti sebagai seorang Muslim. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan kita untuk hanya berucap yang baik, menyejukkan, dan membawa kemaslahatan bagi umat.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ




