UMJT Perluas Gaung Akademik Global, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bawa Kajian UU PDP ke ICSIGC 2026

MADIUN — Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menyiapkan panggung akademik internasional melalui 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026).

Mengangkat tema “Reimagining SDGs Through Social and Humanistic Perspectives,” konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan berbagai persoalan pembangunan berkelanjutan.

ICSIGC 2026 menjadi ruang yang mempertemukan perspektif global dan lokal melalui pembahasan berbagai isu sosial, kebijakan publik, masyarakat digital, inovasi, pendidikan, hingga pengembangan masyarakat. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada 20–21 Oktober 2026.

Salah satu bagian yang menarik dalam konferensi ini adalah keikutsertaan H. Anton Sukartono Suratto, M.Si., Wakil Ketua Komisi I DPR RI, yang membawa kajian berjudul “Participatory Governance dalam Pembentukan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.”

Kehadiran Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut memperluas ruang dialog ICSIGC 2026 pada isu kebijakan publik dan legislasi nasional. Kajian tersebut menjadi salah satu materi yang mempertemukan pengalaman kelembagaan dengan perspektif akademik dalam membahas tata kelola pemerintahan dan masyarakat digital.

Panggung Akademik dengan Perspektif Internasional

Skala internasional ICSIGC 2026 tercermin dari keterlibatan pembicara yang berasal dari sejumlah negara. Konferensi menghadirkan Prof. Denise L. Spitzer, Ph.D. dari University of Alberta, Kanada; Assistant Prof. VI Amelyn Ladora dari City College of Ormoc, Filipina; Associate Professor Dr. Mohd Yusri Ibrahim dari Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia; serta Dr. Rahma Santhi Zinaida dari Sunway University, Malaysia.

Dari Indonesia, terdapat Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur dan Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai international keynote speakers.

Kehadiran para pembicara dari Kanada, Filipina, Malaysia, dan Indonesia tersebut memberikan ruang bagi pertukaran perspektif lintas negara dalam melihat tantangan pembangunan global dan lokal.

Membahas Partisipasi Publik dalam Pembentukan UU PDP

Dalam forum tersebut, Anton Sukartono Suratto membawa penelitian mengenai Participatory Governance dalam Pembentukan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.

Kajian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Penelitian diarahkan untuk menelaah bagaimana DPR RI membangun partisipasi publik substantif dalam proses legislasi sebagai bagian dari prinsip democratic governance, serta bagaimana masukan publik menjadi bagian dalam proses pembentukan UU PDP.

Partisipasi publik dalam kajian tersebut ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Kerangka hukum nasional memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan secara lisan maupun tertulis dalam proses penyusunan undang-undang.

Kajian juga melihat proses partisipasi publik dalam pembentukan UU PDP melalui aspek keterwakilan peserta, hubungan antaraktor, argumentasi yang disampaikan, serta etika komunikasi dalam proses legislasi.

Topik tersebut memiliki keterkaitan dengan subtema Public Policy and Governance serta Digital Society yang diangkat dalam ICSIGC 2026. Pelindungan data pribadi menjadi salah satu isu yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan tata kelola masyarakat digital.

Didukung Jejaring Akademik dan Scientific Advisory Board

Kekuatan ICSIGC 2026 juga didukung oleh jajaran International & Scientific Advisory Board dari berbagai institusi.

Jajaran tersebut terdiri atas Dr. Helmy Muhammad, MA dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM); Nor Isma, Ph.D., Research Fellow Asian Research Institute–National University of Singapore; Assistant Prof. Amelyn Laro dari Institute of International Research Assistance/SEACAF; Prof. Denise L. Spitzer, Ph.D. dari University of Alberta, Kanada;Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc.; Prof. Ir. Sarjito, M.T., Ph.D.; Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.; Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom.; Prof. Dr. dr. Alina Dewi, M.Kes., AAK; Associate Professor Dr. Mohd Yusri Bin Ibrahim; Prof. Elli Nurhayati, M.PH., Ph.D.; serta Dr. Wariyatin, S.Sos., M.AAPD dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.

Posisi Advisor konferensi dipercayakan kepada Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Jawa Timur.

Sementara itu, Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dipercaya sebagai Steering Committee Chair.

Posisi Conference Chair diemban Nuril Endi Rahman, S.Sos., MA. dari Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, dengan Malik Ibrahim, S.Sos., M.Sos. dan Galih Wiratmoko, M.Kom. sebagai Co-Chairs.

Jejaring Peserta Menjangkau Berbagai Institusi

ICSIGC 2026 juga memperoleh partisipasi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi. Afiliasi yang tercatat dalam pendaftaran antara lain Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Bina Darma, Varee Chiang International School, Universitas Muhammadiyah Klaten, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Riau, Universiti Muhammadiyah Malaysia, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), PT PLN Indonesia Power UBP Bali, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keterlibatan berbagai institusi tersebut mencakup perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, institusi pendidikan internasional, hingga sektor profesional. Keragaman afiliasi menjadi bagian dari ruang interaksi akademik yang dibangun melalui ICSIGC 2026.

Tujuh Subtema Bahas Tantangan Pembangunan

Untuk memperluas cakupan pembahasan, ICSIGC 2026 menghadirkan tujuh subtema utama, yakni Social Justice and Inequality, Cultural Perspectives on Sustainability, Corporate Social Responsibility and Social Impact, Public Policy and Governance, Education for Sustainable Development, Digital Society, serta Community Development and Innovation.

Melalui subtema tersebut, peserta dapat mendiskusikan hasil penelitian dan gagasan dari berbagai perspektif keilmuan. Konferensi juga menyediakan peluang publikasi bagi artikel yang sesuai dengan cakupan dan memenuhi persyaratan jurnal mitra.

Dengan mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, serta peserta dari berbagai institusi, ICSIGC 2026 diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan jejaring akademik yang menghubungkan perspektif global dan lokal.

Pendaftaran Masih Dibuka

Pendaftaran dan pengiriman abstrak ICSIGC 2026 masih dibuka melalui laman resmi konferensi di https://conferences.umjt.ac.id.

Konferensi terbuka bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemangku kebijakan yang ingin mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan terkait pembangunan berkelanjutan. Informasi mengenai pendaftaran, ketentuan abstrak, biaya registrasi, serta agenda konferensi dapat diperoleh melalui laman resmi ICSIGC 2026.

Melalui ICSIGC 2026, UMJT memperluas ruang pertukaran akademik pada level internasional dengan mempertemukan berbagai latar belakang keilmuan, institusi, negara, dan perspektif dalam satu forum. Keikutsertaan Wakil Ketua Komisi I DPR RI menjadi salah satu bagian dari rangkaian tersebut, bersama kehadiran keynote speakers internasional dan jejaring akademisi dari berbagai institusi.

Bagikan

Baca juga

Trending

Scroll to Top