Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan perannya dalam pengabdian masyarakat berskala internasional melalui kegiatan pendampingan bagi komunitas petani kopi di Desa Bannang Sareng, Provinsi Yala, Thailand Selatan, pada 6–9 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen UMY dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam penerapan praktik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kegiatan yang mengangkat tema Raising Awareness and Building the Capacity of MSMEs Sustainability Practices in Southern Thailand tersebut dipimpin oleh Dr. Hafiez Sofyani dari Program Studi Akuntansi UMY. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Dr. Sigit Arie Wibowo dari Program Studi Akuntansi UMY dan Susilo Nur Aji Cokro Darsono dari Program Studi Ilmu Ekonomi UMY. Program ini juga melibatkan pusat studi Business and Sustainability Research Center di bawah Program Magister Akuntansi UMY, serta menggandeng kolaborator dari PTMA lain dan mitra akademik eksternal dari Yala Rajabhat Univesisty.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, tim menemukan bahwa komunitas petani kopi setempat masih menghadapi keterbatasan dalam memahami praktik usaha yang berorientasi pada keberlanjutan. Tantangan tersebut semakin kompleks karena wilayah Bannang Sareng memiliki karakter geografis yang rawan banjir, sehingga membutuhkan pendekatan pengembangan usaha yang selaras dengan kondisi lingkungan setempat.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, tim pengabdian memberikan penyuluhan mengenai pengembangan budidaya kopi yang lebih adaptif terhadap risiko banjir, pengelolaan limbah usaha, serta pentingnya menyusun profil komunitas petani kopi sebagai produsen yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Penyusunan profil ini dinilai strategis karena dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperluas peluang akses pendanaan bagi komunitas.
Tidak hanya itu, tim juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah. Kolaborasi semacam ini dipandang penting untuk menopang keberlanjutan usaha komunitas secara lebih sistematis dan berjangka panjang.
Dr. Hafiez Sofyani menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan dapat menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk membangun kepercayaan pasar sekaligus memperkuat daya saing produk mereka. Pandangan tersebut disampaikan saat sesi focus group discussion bersama mitra pengabdian (AZP).





