Prof. Dr. Sofyan Anif: Visioner Pendidikan Muhammadiyah yang Mengubah Kampus Menjadi Pusat Keunggulan

UMMAD Madiun

Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., lahir di Demak pada 25 Juni 1963, adalah seorang akademisi yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade hidupnya untuk kemajuan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. Mulai dari dosen biasa hingga menjabat rektor di beberapa universitas Muhammadiyah, perjalanan karirnya mencerminkan dedikasi yang tak kenal lelah. Sofyan Anif dikenal sebagai pemimpin visioner yang menerapkan prinsip Total Quality Management (TQM) untuk mentransformasi institusi pendidikan. Pendekatannya yang fokus pada proses, kekompakan tim, visi bersama, dan sinergi telah membawa perubahan signifikan di berbagai kampus. Esai ini menyoroti keberhasilannya sebagai rektor di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), dan terakhir di Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), di mana ia terus membangun warisan pendidikan berkualitas.

Keberhasilan di UMS: Membangun Reputasi Global dari Fondasi Lokal

Perjalanan Sofyan Anif sebagai rektor dimulai di UMS pada 2017, di mana ia memimpin selama dua periode hingga 2025. Mengabdikan diri selama 32 tahun di UMS sejak 1990, ia naik dari posisi dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan hingga menjadi pemimpin utama. Di bawah kepemimpinannya, UMS mengalami transformasi dramatis, dari kampus regional menjadi institusi berstandar internasional. Salah satu pencapaian ikonik adalah menjadikan UMS sebagai tuan rumah Muktamar ke-48 Muhammadiyah, acara besar yang tidak hanya memperkuat posisi UMS sebagai pusat intelektual Muhammadiyah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan politik bagi Solo Raya serta nasional. Penerapan TQM menjadi rahasia suksesnya. Sofyan Anif menekankan bahwa “proses lebih penting daripada input atau output,” dengan membangun budaya mutu di seluruh program studi. Hasilnya terlihat dari lonjakan ranking global: UMS masuk peringkat 1201-1500+ di Times Higher Education (THE) World University Rankings 2025, menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik nomor satu di Indonesia, dan kampus Islam terkemuka di tanah air.

 Di QS Sustainability Rankings 2025, UMS berada di posisi 1351-1400 dunia, sebagai PTS pertama di Indonesia dalam kategori keberlanjutan, menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan dan sosial. Skor riset berkualitas mencapai 58,2, tertinggi di Indonesia, sementara di QS World University Rankings, bidang Pendidikan meraih peringkat 601-650 dunia dan ke-4 di Indonesia. Scimago Institutions Rankings bahkan menempatkan UMS di peringkat 6 nasional dan top 1000 dunia. Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini berdampak pada masyarakat. Mahasiswa dari berbagai daerah mendongkrak ekonomi lokal melalui pariwisata dan industri kreatif. Sofyan Anif membagikan rahasia suksesnya: kekompakan leadership, visi-misi bersama dari rektor hingga kepala prodi, dan sinergi tanpa konflik arah. Legacy di UMS ini menjadi model bagi kampus Muhammadiyah lainnya, membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa lahir dari komitmen kolektif.

Gebrakan di UMMAD: Modernisasi Infrastruktur dan Sistem Berbasis IT

Pada 2022, Sofyan Anif diamanahi sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) untuk periode 2022-2024, dan diperpanjang oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai 2026, meskipun secara paralel dengan jabatannya di UMS. Di sini, fokus pada akselerasi perkembangan, dengan gebrakan yang langsung terasa di infrastruktur dan suprastruktur. Renovasi besar-besaran dilakukan: ruang dosen, diskusi, rapat, pimpinan, IT, dan bendahara dibenahi; kelas disesuaikan untuk kegiatan belajar mengajar yang optimal; serta ruang terbuka seperti taman dan pantry dimanfaatkan untuk diskusi mahasiswa sambil menikmati kopi. Perubahan ini menciptakan lingkungan kampus yang lebih nyaman dan mendukung kreativitas. Kampus UMMAD menjadi bersolek dengan gedung yang lebih elok dan layak.

Di sisi suprastruktur, Sofyan Anif mendorong integrasi IT untuk tata kelola organisasi. Sistem penerimaan mahasiswa, pembelajaran, dan penilaian digabungkan dalam SIAKAD berbasis IT. Sistem keuangan juga dimodernisasi untuk meningkatkan kredibilitas. UMMAD juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah di kota dan kabupaten Madiun. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tapi juga menanamkan nilai amanah, kecerdasan, keunggulan, dan komitmen di kalangan mahasiswa, seperti yang ia sampaikan saat menutup Masa Ta’aruf 2023. Secara singkat, gebrakan ini meletakkan fondasi modern bagi UMMAD, membuktikan kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan kampus yang lebih kecil namun berpotensi besar. Sukses ala Sofyan Anif di sini adalah kombinasi antara peningkatan skill dan istiqomah, menginspirasi generasi muda untuk mewujudkan cita-cita. 

Langkah Awal di UNIMUGO: Menuju Kampus Unggul dengan Fakultas Kedokteran

Pada Desember 2025, Sofyan Anif dilantik sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) untuk periode 2025-2029, menggantikan Dr. Herniyatun. Pelantikan ini dihadiri tokoh Muhammadiyah seperti Prof. Dr. H. Haedar Nashir dan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, menandai babak baru bagi UNIMUGO. Dengan mandat khusus dari PP Muhammadiyah, ia ditargetkan menaikkan status UNIMUGO menjadi perguruan tinggi unggul dan membuka Fakultas Kedokteran secepatnya. Mengadopsi pengalaman dari UMS, Sofyan Anif langsung menerapkan TQM: membangun budaya mutu, menyatukan visi-misi dari rektor hingga dekan, dan memastikan sinergi antar komponen. Ia yakin proses ini akan membawa UNIMUGO ke level internasional, seperti yang ia lakukan di UMS. Dukungan pemerintah daerah Kebumen juga kuat, melihat UNIMUGO sebagai penyedia SDM di bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, dan kepemimpinan masa depan. Meski baru memulai, target fakultas kedokteran melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah menjanjikan kontribusi besar bagi pendidikan kesehatan di wilayah Kebumen dan sekitarnya. Haedar Nashir menekankan pentingnya kolaborasi.

Warisan Pemimpin yang Menginspirasi

Prof. Sofyan Anif bukan sekadar rektor; ia adalah arsitek perubahan yang membawa pendidikan Muhammadiyah ke panggung global. Dari ranking dunia UMS hingga modernisasi IT di UMMAD, dan visi unggul di UNIMUGO, keberhasilannya rooted pada prinsip TQM dan nilai Muhammadiyah seperti amanah dan istiqomah. Di usia 62 tahun, ia terus membuktikan bahwa pendidikan adalah amal jariyah yang tak pernah putus. Legacy-nya mengajak kita semua untuk fokus pada proses, sinergi, dan dampak sosial, memastikan masa depan pendidikan Indonesia lebih cerah. (fj)

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top