MADIUN – Prodi Psikologi dan Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melakukan pengabdian masyarakat di SD Muhammadiyah Kota Madiun, dua pekan lalu.
Tema yang diusung dalam pengabdian dua Prodi baru yang dikelola UMMAD tersebut ialah soal psikoedukasi.
Dosen Prodi Psikologi UMMAD, Reza Kurniawan, M.Psi menerangkan pengabdian masyarakat psikoedukasi dilakukan sebagai respon dari masalah perundungan (bullying) di sekolah.
“Dilakukan dengan psikoedukasi dengan meminta siswa untuk mencari atau menyebutkan kelebihan teman mereka,” kata Reza Kurniawan.
Praktik baik psikoedukasi tersebut diikuti siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Kota Madiun dengan membagi para siswa tersebut dengan dua (2)kelompok putri dan putra.
“Putri 3 kelompok putra 2 kelompok.Penyebutan dilakukan bergantian minimal 3 kelebihan temannya. Praktik ini kita lakukan kurang lebih 3 jam,” ujar Reza.
Reza menyampaikan siswa yang diajak praktik psikoedukasi merespon dengan baik. Mereka bisa menyebutkan kelebihan teman kelasnya minimal 3 kelebihan.
“Ada yang menyatakan temannya hafalan qurannya bagus, suka membantu mengerjakan tugas sekolah. Mereka banyak menyampaikan kelebihan teman kelasnya di bidang olahraga, akademik dan suka berbuat kebaikan,” terang Reza Kurniawan.
Disampaikan Reza, pihak sekolah juga memberikan respon baik dengan pengabdian masyarakat psikoedukasi ini dengan meminta untuk pendampingan pembelajaran.
“Di sana kan juga ada anak berkebutuhan khusus. Kita diminta untuk memberi pendampingan,” ujar Reza.
Sementara itu, dosen Prodi PGSD UMMAD Ma’rifatul Jannah, M.Pd menyampaikan, pengabdian masyarakat terhadap siswa didik ini difokuskan pada upaya mencegah perundungan (bullying) terhadap peserta didik.
“Dengan saling menyampaikan kelebihan teman kelasnya, diharapkan rasa saling menghormati, menghargai antarsiswa bisa tumbuh baik,” jelas Ma’rifatul Jannah.





