Kultum Ramadhan hari ke-22:Rahasia Waktu dan Jebakan Menunda Amal

Oleh Dr. Suwardi,M.Pd.I (Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Madiun)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa sohbihi wa mawwalah. Amma ba’du.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hadirin yang dimuliakan Allah, Bulan Ramadhan hadir di tengah kita bukan sekadar sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai pengingat nyata bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi. Setiap detik yang berlalu sebenarnya adalah potongan dari jatah usia kita yang takkan pernah kembali. Seringkali, kita sebagai manusia tertipu oleh angan-angan panjang, merasa bahwa kematian hanya akan menyapa mereka yang telah lanjut usia atau sedang terbaring sakit. Padahal, ajal adalah rahasia Ilahi yang bisa menjemput kapan saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Imam Hasan Al-Bashri memberikan perumpamaan yang sangat menyentuh dengan mengatakan bahwa manusia itu hanyalah kumpulan hari; setiap kali satu hari terlewati, maka hilang pulalah sebagian dari eksistensi dirinya di dunia ini. Oleh karena itu, menunda amal shaleh dengan alasan “nanti” atau yang dikenal dengan istilah taswif, merupakan bentuk kerugian yang paling nyata bagi seorang mukmin. Kita seolah sedang bertaruh dengan sesuatu yang tidak pasti, padahal kepastian yang sesungguhnya hanyalah kematian.

Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an tentang penyesalan mendalam yang akan dirasakan oleh mereka yang lalai. Dalam QS. Al-Munafiqun ayat 10, Allah berfirman:

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاُنْ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (dengan menyesal), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'”

Ayat ini memberikan gambaran yang memilukan, bahwa keinginan terbesar orang yang telah wafat bukanlah kembali untuk merasakan kemewahan dunia, melainkan untuk beramal meski hanya sekejap mata.

Strategi Hidup Sang Mukmin :Rasulullah SAW telah membekali kita dengan prinsip hidup yang sangat taktis melalui haditsnya: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: Mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim).

Nabi Muhammad SAW juga membekali kita dengan prinsip hidup yang sangat taktis melalui pesan legendarisnya untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati. Pesan ini menegaskan bahwa masa muda dan kesehatan adalah modal utama yang sering kali disia-siakan. Maka, janganlah menunggu hari esok untuk bertaubat atau memulai kebaikan, karena hari esok belum tentu menjadi milik kita.

Jangan menunggu hari esok untuk bertaubat, karena hari esok belum tentu menjadi milik kita. Ingatlah pepatah Arab yang sangat populer:

اَلْوَقْتُ كَالسَّيْفِ اِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ

“Waktu itu ibarat pedang, jika kau tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka ia yang akan menebasmu.”

Kata Mutiara:“Bulan Ramadhan adalah pengingat nyata bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi, di mana setiap detik yang berlalu adalah bagian dari jatah usia kita yang takkan pernah kembali.”

Sebagai penutup, marilah kita bermujahadah untuk melawan rasa malas dan keinginan untuk menunda-nunda. Kejarlah ridha Allah selagi napas masih berembus dan raga masih kuat. Jadikanlah setiap ibadah seolah-olah itu adalah amal terakhir kita di dunia. Ingatlah bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang mampu menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Semoga di waktu-waktu mustajab ini, kita dianugerahi semangat untuk selalu bersegera dalam kebaikan.

Nashrun minallahi wa fathun qorib

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top