Perkuat Daya Saing Lulusan, LSP UMY Aktifkan 13 Skema Sertifikasi Baru Melalui Witness BNSP

YOGYAKARTA – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat komitmennya dalam menjamin kualitas kompetensi mahasiswa. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, LSP UMY menyelenggarakan kegiatan witness (penyaksian uji kompetensi) untuk 13 skema sertifikasi baru. Adapun 13 Skema tersebut adalah (1) Skema Sertifikasi Klaster Pembuatan Desain Konten Iklan, (2) Skema Sertifikasi Klaster Pembuatan Konten Program Siaran, (3) Skema Sertifikasi Klaster Penyusunan Strategi Kehumasan, (4) Skema Sertifikasi KKNI Jenjang 4 Bidang Kewirausahaan Industri, (5) Skema Sertifikasi Okupasi Manajer Pemasaran (Jenjang Kualifikasi 5), (6)Skema Sertifikasi Klaster Pengelolaan Resiko Pasar Modal, (7) Skema Sertifikasi Analis Senior Sumber Daya Manusia (Jenjang Kualifikasi 5), (8) Skema Sertifikasi Peningkatan Kualitas Produk Halal UMKM, (9) Skema Sertifikasi Klaster Penyediaan Informasi Akuntansi Manajerial, (10) Skema Sertifikasi Klaster Pemeriksaan Laporan Keuangan, (11) Skema Sertifikasi Klaster Pengembangan Modal Artificial Intelligence, (12) Skema Sertfiikasi Klaster Pengembangan Platform Internet of Things (loT), dan (13) Skema Sertifikasi Penggunaan Model Machine Learning di Industri.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UMY ini menghadirkan dua Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu Lamria Napitupulu dan Iryanti, guna memvalidasi pelaksanaan uji kompetensi pada skema-skema tersebut.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 13.00 WIB oleh Ketua LSP UMY, Dr. Sunardi. Dalam sambutannya menekankan bahwa agenda ini merupakan fase krusial bagi pengembangan layanan sertifikasi di UMY. “Proses ini sebagai langkah untuk mengaktifkan skema baru yang dimiliki LSP UMY. Semoga berjalan lancar,” ujar Sunardi saat membuka acara.

Dengan aktifnya 13 skema baru ini, LSP UMY diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak bidang keahlian mahasiswa agar relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Selaku kepala tim asesor, Lamria menjelaskan bahwa proses witness bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengawasan ketat untuk menjaga integritas sertifikasi.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran mereka bertujuan memastikan seluruh rangkaian uji kompetensi, mulai dari perangkat asesmen hingga teknis penilaian, telah berjalan sesuai koridor hukum dan prosedur yang ditetapkan oleh BNSP. “Witness ini sebagai langkah untuk memastikan jalannya proses uji kompetensi agar berjalan sesuai dengan aturan yang ada di BNSP,” tegas Lamria.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri lulusan UMY dalam bersaing di dunia kerja dengan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

Bagikan

Baca juga

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Trending

Scroll to Top